Puluhan ribu tewas dalam kekerasan kartel narkoba.

Pemerintah Meksiko mengeluarkan angka terbaru yang menyebutkan 34.612 tewas dalam upaya pemberantasan kartel narkoba yang dilakukan Presiden Felipe Calderon sejak menjabat empat tahun lalu.
Angka tersebut termasuk korban meninggal dikalangan sipil dan pasukan keamanan.
Laporan sebelumnya hanya menunjukan korban dari kalangan kartel narkoba saja.
Presiden Calderon mengumumkan kalau ''kekerasan ekstrim'' yang tejadi pada tahun 2010 merupakan yang terburuk dalam sejarah Meksiko.
Dalam sebuah pertemuan dengan kelompok anti-kekerasan dia mengatakan ''sangat menyadari apa yang dilakukan saat ini merupakan masa tersulit dalam penanganan masalah keamanan''.
Jurubicara pertahanan pemerintah Alejandro Poire mengatakan tahu lalu saja ada 15.273 orang yang tewas dalam kekerasan yang terkait dengan kartel narkoba.
Dia mengatakan kantong kekerasan dengan tingkat kematian tinggi berada di tiga negara bagian yaitu Chihuahua, Tamaulipas dan Sinaloa.
Negara bagian lain bagaimanapun tidak tersentuh dengan kekerasan, dimana Yucatan dan Tlaxcala tercatat hanya kurang dari 10 peristiwa pembunuhan, itupun terkait dengan kriminal murni di tahun 2010.
Poire mengatakan, kawasan utara menjadi daerah terparah karena menjadi pusat dari perseteruan diantara persaingan kartel narkoba.
Meskipun angka kematian akibat kekerasan kartel narkoba ini menurun di akhir tahun 2010, tetapi tidak ada prediksi apakah tren ini akan berlanjut di tahun 2011.





























