Aktivis HAM minta Duvalier ditangkap

duvalier
Keterangan gambar, Jean-Claude Duvalier dituduh melakukan kejahatan kemanusiaan.

Sejumlah kelompok aktivis Ham mendesak pemerintah Haiti menangkap dan melakukan penuntutan terhadap mantan Presiden negara itu, Jean-Claude Duvalier.

Di dituduh menyalahgunakan kekuasaanya dan melakukan kejahatan kemanusiaan selama memimpin Haiti antara tahun 1971-1986.

Duvalier yang juga dikenal dengan panggilan "Baby Doc" baru saja kembali ke Haiti setelah lama berdiam di Prancis.

Dia mengatakan alasan kedatangannya ke Haiti untuk membantu negaranya setelah mengalami bencana gempa tahun lalu.

Namun organisas pembela ham seperti Human Rigtht Watch dan Amnesty International mengatakan dia harus menghadapi persidangan atas sejumlah kejahatan yang dituduhkan kepadanya.

Selama memerintah Haiti dia dituduh bertanggung jawab atas terjadinya korupsi yang meluas di negara tersebut.

Pemerintahnya juga dituding represif dan kerap melakukan kejahatan kemanusiaan.

Duvalier selama memerintah negara itu dilaporkan juga memiliki milisi yang setia kepadanya bernama "Tontons Macaoutes".

Menggangu stabilitas

Milisi ini dilaporkan kerap melakukan aksi brutal dan intimidasi untuk mengontrol kekuasaanya di Haiti.

Direktur Human Right Watch Amerika, Jose Miguel Vivanco mengatakan Haiti sudah cukup punya masalah dengan Duvalier.

"Kembalinya Duvalier ke Haiti harus dengan satu tujuan yaitu menghadapi tuntutan keadilan," kata Vivanco.

"Kehadirannya menampar wajah mereka yang telah banyak menderita selama dia berkuasa."

Sementara itu penasihat Amnesty International, Javier Zuniga, mengatakan Duvalier banyak melakukan kejahatan kemanusian dan Haiti saat ini berkewajiban untuk mengajukan tuntutan hukum kepadanya.

Kehadiran Duvaleier juga membawa masalah baru dalam proses persiapan pemilu di negara tersebut.

"Kehadirannya menambah satu hal lagi yang mungkin tidak bisa diprediksikan ditengah ketidakpastian proses penyelenggaraan pemilu di Haiti," kata Juru Bicara Luar Negeri AS, PJ Crowley.

Ditengah kritikan itu, Perdana Menteri Haiti, Jean-Max Bellerive justru membela kedatangan kembali Duvalier ke negaranya.

Dia mengatakan tidak ada alasan yang bisa dipercaya bahwa kedatangan Duvalier akan menimbulkan ketidakstabilan negara yang tengah mengahadapi proses pemilu presiden ini.