Perundingan nuklir Iran dimulai

Negara-negara besar dunia memulai perundingan dua hari dengan Iran mengenai program nuklirnya.

Para diplomat yang bertemu di Istanbul, Turki, menurut rencana akan menghidupkan kembali rencana pertukaran bahan bakar. Berdasarkan skema ini, Iran akan menyerahkan bahan nuklirnya sebagai imbalan untuk bahan bakar untuk reaktor nuklir riset.

Para pejabat AS memperingatkan terobosan besar tidak akan tercapai dalam pembicaraan ini.

Sejumlah negara Barat mencurigai Iran bertujuan untuk membuat senjata nuklir, dan sejumlah sanksi ekonomi telah diterapkan terhadap Teheran.

Iran selalu menekankan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai.

Setelah sesi pagi selama dua jam, Dewan Keamanan Nasional Iran mengatakan dalam satu pernyataan bahwa perundingan ini merupakan "permulaan yang positif".

Satu tujuan

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Baroness Ashton, memimpin delegasi yang terdiri dari para diplomat Cina, Prancis, Jerman, Rusia, Inggris dan AS, dengan tujuan untuk membuat Iran lebih terbuka mengenai ambisi nuklirnya.

Tetapi Iran berulang kali menekankan baha pengayaan uranium tidak akan masuk agenda. Yang akan dibicarakan, katanya, adalah isu-isu perlucutan senjata dunia dan persenjataan nuklir Israel.

"Kami ingin membahas masalah-masalah mendasar perpolitikan global dalam pembicaraan Istanbul ini," kata Saeed Jalili yang mengetuai delegasi Iran.