Pemerintah Aljazair ancam peserta aksi demo

Rusuh di Aljazair
Keterangan gambar, Pemerintah Aljazair mengkhawatirkan aksi Tunisia menular

Pejabat berwenang di Aljazair meminta warga setempat tidak terlibat dalam aksi demo yang direncanakan kelompok oposisi berlangsung hari ini, Sabtu (22/01) di ibukota Aljier.

Aksi demonstrasi tersebut, dirganisir oleh Partai RCD, berniat menyerukan agar dilakukan perubahan politik serta pelepasan ratusan tahanan yang ditangkap awal bulan ini akibat meletusnya kerusuhan akibat ketidakpuasan terhadap melambungnya harga pangan.

Pemerintah setempat memperingatkan aksi demo hari ini ilegal.

Dalam beberapa pekan ini sejumlah kasus bunuh diri dengan cara membakar diri terus muncul di Aljazair, setelah praktek serupa terjadi di Tunisia yang menyebabkan terjadinya keusuhan besar dan mendongkel Zine El-Abidine Ben Ali dari kursi kepresidenannya.

Belum ada momentum

Sementara itu di Mesir, kasus bakar diri juga dilaporkan terjadi lagi.

Jumat (21/01), seorang pria berusia 35 yang tengah mencari kerja di Kairo, membakar diri di tengah jalan dan akibatnya terluka parah, kata pejabat keamanan dan sumber medis setempat.

Menurut kantor berita Reuters dua buruh dari sebuah pabrik tekstil di Mesir juga mengguyur diri dengan bensin lalu menyulut badan mereka dengan api.

Tekstil merupakan sektor industri yang paling keras memprotes kebijakan pemerintah Mesir beberapa tahun terakhir akibat kenaikan harga pangan, kondisi ekonomi dan laju pengangguran yang makin memburuk.

Menurut pengamat tingginya kasus bakar diri di Mesir, kini sudah dilaporkan terjadi belasan kali, juga terkait dengan situasi di Tunisia, namun belum muncul momentum yang bisa memicu situasi menjadi sebuah aksi rakyat yang bisa mengancam keberadaan aparat keamanan Mesir.

Selain di Tunisia, Aljazair dan Mesir, aksi bakar diri juga dilaporkan diikuti di Mauritania.