Dunia Arab tertular aksi protes di Tunisia

Situasi di Tunia telah mendorong penduduk di sejumlah negara Arab lainnya untuk turun ke jalan dan berdemosntrasi.
Di ibukota Yordania, Amman, kelompok oposisi berpidato didepan para peserta aksi demo dan mengatakan mereka merasakan penderitaan yang sama dengan warga Tunisia
Sementara di Yaman, kelompok-kelompok mahasiswa turun ke jalan-jalan di Sanaa, ibukota negara itu, sambil menyerukan dilakukannya revolusi terhadap apa yang mereka sebut sebagai para pemimpin Arab yang penuh tipu daya.
Sementara di Aljazair, seorang pria meninggal dunia setelah membakar diri sebagai bentuk protes atas kenaikan harga pangan dan langkanya pekerjaan, hal yang sama yang menyebabkan kerusuhan dan penggulingan pemerintahan di Tunisia.
Tiga warga Aljazair lainnya dilaporkan juga membakar diri dalam lima hari terakhir, namun diberitakan kini sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Antisipasi pangan
Sementara di Mesir, negeri Arab dengan penduduk terbesar, pejabat setempat yakin situasi Tunisia tidak akan terjadi akibat kenaikan harga barang serta langkanya roti yang disubsidi pemerintah karena 80 persen penduduk menikmati subsidi pangan pemerintah.
Seperti ditulis kantor berita Reuters sejumlah negara Arab telah melakukan antisipasi untuk mencegah situasi rusuh di Tunis terulang akibat meroketnya harga pangan.
Menurut laporan badan pangan PBB (FAO) pada awal tahun ini, harga pangan melonjak menembus rekor baru Desember lalu dan melampaui titik yang pernah dicapai tahun 2008 yang menyebabkan sejumlah negara dilanda krisis, termasuk di Mesir.
FAO menambahkan harga bahan pangan bersumber biji-bijian bisa meroket lagi akibat langkanya pasokan pangan karena cuaca ekstrim yang melanda dunia.





























