Korban banjir Brasil capai 800 jiwa

Korban banjir dan tanah longsor yang baru-baru ini terjadi di kawasan tenggara Brasil menyebabkan 800 orang tewas, demikian pernyataan resmi pejabat setempat.
Korban tewas ini diperkirakan masih akan bertambah mengingat masih ada 400 orang lainnya yang dinyatakan hilang, dan sejauh ini tim forensik masih berupaya untuk mengidentifikasi sejumlah korban lainnya yang ditemukan tertimbun tanah longsor di kawasan perbukitan.
Pencarian di kawasan perbukitan juga dilakukan dengan hati-hati mengingat tanah yang masih labil pasca longsor dan sejumlah daerah terpencil hanya bisa ditembus melalui helikopter.
Tim penyelamat mengatakan kini prioritas mereka adalah meyakinkan kalau tidak ada lagi korban yang tewas.
Sementara bagi yang selamat, kini masih harus berjuang di tenda-tenda penampungan melawan sejumlah penyakit yang mulai berjangkit seperti leptospirosis yang disebabkan oleh air yang terkontaminasi bakteri yang dibawa dari kencing tikus.
Dokter di Teresopolisi kini menyiapkan ribuan vaksin tetanus.
Pemerintah Brasil menyiapkan dana sebesar US$240 juta untuk rekonstruksi darurat di kawasan yang terkena banjir dan tanah longsor.
Banjir yang terjadi pada bulan Januari 2011 ini merupakan yang terparah yang pernah dialami Brasil. Laporan koran setempat, O Globo menyebutkan sepertiga dari korban yang tewas adalah anak-anak di bawah umur. Korban yang muda adalah seorang bayi berusia lima hari yang tertimbun longsor di Nova Friburgo, daerah longsor terparah.
Pemerintah Brasil menyatakan tengah menyiapkan sistem peringatan dini agar bencana serupa tidak terjadi.





























