Pejabat Palestina ragukan bocoran dokumen

Pejabat Otorita Palestina mempertanyakan akurasi bocoran dokumen soal tawaran konsesi kepada Israel.
Berkas dokumen yang diperoleh stasiun televisi Arab al-Jazeera tersirat menyatakan Palestina setuju Israel tetap menguasai banyak bagian Jerusalem Timur yang secara ilegal diduduki Israel dan tawaran itu tampaknya ditolak oleh Israel.
Namun, pemimpin tim perunding Palestina, Saeb Erekat mengatakan kebocoran ''penuh kebohongan''.
BBC tidak bisa memverifikasi isi dokumen-dokumen yang dibocorkan itu ke pihak lain.
Al-Jazeera menyatakan memiliki 16.076 arsip rahasia dari notulen pertemuan, e-mail, komunikasi antara pemimpin Palestina, Israel dan Amerika Serikat yang mencakup periode 2000-2010.
Pihak Palestina dilaporkan telah mengusulkan pembentukan suatu komite internasional mengambilalih situs-situs suci umat Islam di Jerusalem, dan membatasi jumlah pengungsi Palestina yang pulang sebanyak 100.000 orang dalam 10 tahun.
Dokumen rahasia itu diyakini bocor dari tangan pihak Palestina
Namun, Erekat tampak mempermasalahkan keaslian berkas tersebut dan menyatakan para pemimpin Palestina tidak menyembunyikan apa-apa.
''Kami belum bergeser dari posisi kami,'' kata Erekat kepada al-Jazeera.
''Andai kami telah mengalah soal pengungsi dan memberikan konsesi semacam itu, mengapa Israel belum menandatangani perjanjian damai?"
Kontroversial
Presiden Otorita Palestina Mahmoud Abbas, yang akan mengadakan perundingan mengenai perdamaian Timur Tengah hari Senin dengan Presiden Mesir Hosni Mubarak, juga meragukan bocoran itu.
''Saya tidak tahu dari mana al-Jazeera muncul dengan hal-hal rahasia itu," kata Abbas seperti dilaporkan media ketika berbicara kepada kalangan editor koran Mesir di Kairo.
Perundingan damai antara Israel dan Palestina ditangguhkan beberapa bulan dengan alasan penolakan Israel untuk menghentikan pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Palestina yang diduduki.
Wartawan BBC di Jerusalem Wyre Davies mengatakan banyak warga Palestina semakin frustasi dan kritis terhadap kondisi yang mereka pandang sebagai ekspansi Israel dan kelemahan para pemimpin mereka.
Menurut Davies andangan itu akan menguat akibat penyebaran berkas informasi rahasia ini.
Di antara dokumen yang dibocorkan, tuduhan mengenai tawaran konsesi terkait dengan Jerusalem termasuk yang paling kontroversial, mengingat masalah ini telah menjadi pengganjal perundingan Timur Tengah dan baik Israel maupun Palestina menyatakan Jerusalem sebagai ibukota mereka.
Menurut al-Jazeera, bulan Mei 2008, Ahmed Qurei, kepala juru runding Palestina pada masa tersebut, mengusulkan Israel mencaplok seluruh pemukiman Yahudi di Jerusalem Timur, kecuali Har Homa atau Jabal Abu Ghneim untuk mencapai kesepakatan akhir.
Israel telah menduduki Tepi Barat, termasuk Jerusalem Timur, sejak 1967 dan menempatkan lebih dari 500.000 pemukim Yahudi di sekitar 100 pemukiman.
Menurut dokumen yang bocor ini, para pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) diam-diam juga mengisyaratkan bahwa mereka bersedia menukar bagian kawasan Arab Jerusalem Timur yang sering menjadi ajang sengketa yaitu Sheikh Jarrah, dengan lahan di tempat lain.
Di samping itu, juru runding Palestina dilaporkan mengusulkan komite internasional dibentuk untuk mengambilalih kawasan Temple Mount di Jerusalem.
Tempat tersebut menjadi lokasi Haram Sharif dan Masjid al-Aqsa yang merupakan tempat suci bagi umat Islam.
Penguasaan atas lahan-lahan tersebut sebelumnya merupakan isu yang tidak bisa ditawar-tawar bagi Palestina.
Bocoran yang disiarkan al-Jazeera juga menunjukkan bahwa para pemimpin Palestina ''diam-diam telah diberitahu'' soal invasi Israel terhadap Gaza 2008-2009; Presiden Abbas sudah pernah menepis tudingan semacam itu.





























