ElBaradei: Mesir harus berubah

Sebagian demonstran nekat melanjutkan aksi di jalan-jalan meski berisiko diberangus aparat

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Sebagian demonstran nekat melanjutkan aksi di jalan-jalan

Tokoh oposisi Mesir Mohamed ElBaradei mengatakan negaranya harus berubah menjelang bergabung ke demonstrasi yang terus bergulir di negara tersebut.

ElBaradei, mantan kepala badan pengawas nuklir PBB, IAEA, menyerukan hal itu di bandara Wina ketika bersiap untuk kembali ke Kairo.

Sedikitnya empat orang tewas dalam kerusuhan yang memasuki hari ketiga pada hari Kamis (27/1).

Pemerintah Mesir mengatakan demonstrasi ilegal dan melancarkan pemberangusan, termasuk dengan menahan sekitar 1.000 orang seperti dikatakan beberapa laporan.

''Kalau [warga] menghendaki saya memimpin peralihan, saya tidak akan kecewakan mereka,'' kata ElBaradei kepada wartawan di bandara Wina.

Jika pemerintah Mesir menggunakan cara kekerasan, langkah itu akan mengobarkan tindak kekerasan, kata ElBaradei.

Bentrok

''Saya tetap menyeru rezim agar memahami bahwa mereka mendengar lebih seksama dan cepat mendengar, bukannya menggunakan tindak kekerasan, serta memahami perubahan harus terjadi. Tidak ada pilihan lain,'' tambahnya.

Polisi dan massa demonstran kembali bentrok di Kairo dan Suez, dan kerusuhan kini merembet ke kota industri Ismailiyya.

Kerusuhan mulai pecah hari Selasa dengan aksi yang disebut kalangan aktivis antipemerintah ''hari pergolakan'' yang menarik ilham dari pemberontakan rakyat yang menumbangkan Presiden Zine al-Abidine Ben Ali.

Rabu malam, banyak aktivis bertahan di jalan-jalan ibukota, Kairo dan kota Suez, meski aparat pemerintah mengeluarkan larangan.

Wartawan BBC Jon Leyne di Kairo mengatakan, meski jumlah demonstran masih berskala minoritas, mereka tidak menunjukkan tanda-tanda menyusut dan ada kemungkinan semakin banyak orang bergabung begitu hari libur resmi Jumat tiba.

Penggerak protes menyeru warga agar melakukan unjuk kekuatan lagi setelah mengikuti salat Jumat atau menghadiri kebaktian di gereja. Seruan ini menekankan bahwa isu agama tidak relevan dengan agenda demonstrasi.

Kelompok oposisi Ikhwanul Muslimin, telah menyatakan dukungan atas rencana protes. Meski resmi dinyatakan terlarang, Ikhwanul Muslimin adalah gerakan oposisi paling besar dan terorganisir.

Sikap AS

Mohamed ElBaradei

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Mohamed ElBaradei meminta aparat tidak menempuh cara kekerasan

Pemerintah tampak tidak bisa menanggapi kemarahan dan kekecewaan yang ditumpahkan di jalan-jalan, kata wartawan kami.

Aparat Mesir sejauh ini sebatas memberangus massa demonstran dan memperketat pengamanan.

Presiden Mesir Hosni Mubarak, 82 tahun, belum terlihat di depan publik sejak hari Selasa.

Pemerintah Mesir tidak memberi banyak ruang gerak bagi suara menentang dan biasanya menyatakan demonstrasi oposisi dilarang.

Menlu Amerika Serikat Hillary Clinton mendesak Mesir agar ''menanggapi kebutuhan sah'' rakyat.

Di samping empat korban tewas, seorang polisi dan demonstran dilaporkan tewas di Kairo Rabu malam, meski aparat mengatakan peristiwa tersebut tidak terkait dengan demonstrasi.

Di Suez, kota di belahan timur Mesir, sedikitnya 55 orang terluka.

Situs internet seperti Facebook dan Twitter menjadi alat bantu utama untuk menggalang massa demonstran, tapi dilaporkan kerapp diblokir di seluruh Mesir.

Wartawan BBC Paul Adams di Washington mengatakan Amerika Serikat jelas tengah mencermati kejadian-kejadian di jalan-jalan Mesir, sekutu Arab dengan penduduk terbesar, karena sangat merisaukan potensi kerusuhan penuh kekerasan di jantung dunia Arab.