Ikhwanul Muslimin, oposisi terbesar

Sumber gambar, AP
Meskipun secara resmi dilarang, Ikhwanul Muslimin (IM) merupakan gerakan oposisi Mesir terbesar dan paling rapi.
Kementerian Dalam Negeri mengecam Ikhwanul Muslimin atas kerusuhan yang terjadi hari Selasa (26/1) dengan mengatakan sejumlah pengunjuk rasa "dalam jumlah besar yang terkait dengan Ikwahnul Muslimin memulai kerusuhan, merusak bangunan pemerintah, dan melemparkan batu ke arah polisi".
Namun jumlah mereka dalam unjuk rasa sekarang tidak jelas. Kepemimpinan Ikwahnul Muslimin yang konservatif memutuskan tidak mendukung sepenuhnya unjuk rasa yang dilakukan para pemuda yang marah.
Juru bicara senior IM, Essam el-Erian mengatakan tidak mengharapkan anggota organisasinya mengikuti unjuk rasa karena kehendak sendiri. Dia meminta para anggotanya tetap mengikuti cara-cara damai.
Selebaran yang menjelaskan tuntutan-tuntutan politiknya diedarkan di kalangan pengunjuk rasa.
Sampai tahun lalu, anggota Ikhwanul Muslimin yang tampil sebagai calon independen menguasai seperlima kursi parlemen.
Namun calon anggota legislatifnya kalah dalam pemilihan anggota parlemen 2010.
Setelah babak pertama pemilu yang ditandai dengan kecurangan dan kekerasan, anggotanya memutuskan untuk memboikot pemilu putaran kedua.
Pada masa lalu, kelompok ini telah membuktikan mampu menarik banyak orang untuk turun ke jalan-jalan namun menghindari diri untuk berhadapan dengan pemerintah.
Misalnya, Ikhwanul Muslimin menggelar aksi protes besar-besaran menentang perang Israel di Gaza dan perang pimpinan Amerika Serikat di Irak.





























