AS desak transisi mulus di Mesir

Hillary Clnton
Keterangan gambar, Amerika Serikat sekarang menghendaki transisi mulus di Mesir

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton menyerukan agar dilakukan "transisi yang mulus" menuju demokrasi di Mesir namun memperingatkan adanya jalan panjang menuju proses ini.

"Demokrasi, hak asasi manusia dan reformasi ekonomi merupakan kepentingan seluruh rakyat Mesir," katanya kepada ABC News.

"Setiap pemerintah yang tidak mengarah ke sana tidak akan memenuhi kepentingan rakyat," lanjutnya.

Seruan Hillary dikeluarkan saat unjuk rasa di Kairo memasuki hari keenam.

Bentrokan antara para pengunjuk rasa dan aparat keamanan dilaporkan menyebabkan sedikitnya 100 orang tewas di Mesir sejak aksi protes mulai hari Selasa (26/1).

Ribuan orang juga terluka setelah unjuk rasa menjalar ke kota-kota lain seperti Suez dan Iskandariyah.

'Pesan jelas'

Wartawan BBC, Mark Mardell, mengatakan komentar Clinton ini merupakan isyarat jelas bahwa pemerintahan Obama hampir menyetujui, tetapi tidak secara terbuka mendukungnya, agar kekuasaan Mubarak diakhiri.

Clinton mengambil langkah yang jarang itu dalam wawancara langsung dengan lima acara televisi Minggu pagi untuk membahas situasi Mesir.

Dia berulangkali meminta mereka yang mendukung dan menentang Presiden Mubarak untuk bekerja bahu membahu dalam setiap kesempatan.

"Kami ingin menyaksikan transisi yang mulus sehingga tak seorang pun mengisi kekosongan sehingga akan ada rencana menyeluruh untuk mewujudkan pemerintahan demokratis," katanya.

"Kami berusaha menyampaikan pesan ini yang sangat jelas," kata Clinton kepada ABC News.

"Kami ingin memastikan tidak ada kekerasan dan provokasi yang menyebabkan kekerasan. Kami ingin menyaksikan reformasi dan proses dialog nasional dimulai sehingga rakyat Mesir dapat melihat penyelesaian masalah utama."

Ditanya apakah Presiden Mesir Husni Mubarak telah mengambil langkah untuk mempertahankan kekuasaan sejauh ini, Hillary menjawab," Bukan masalah siapa yang berkuasa. Masalahnya adalah bagaimana menanggapi kebutuhan sebenarnya dan keprihatinan yang disampaikan rakyat Mesir," tegasnya.

Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya menyarankan warganya berkunjung ke Mesir untuk hal-hal yang tidak penting. Kini Amerika Serikat menyarankan agar warganya meninggalkan Mesir secepat mungkin.