Militer Mesir tidak gunakan kekerasan

Sumber gambar, Reuters
Militer Mesir berjanji untuk tidak menggunakan kekerasan terhadap puluhan ribu demostran yang mendesak Presiden Hosni Mubarak untuk turun dari jabatannya.
Langkah itu dilakukan untuk "menghormati hak masyarakat".
Pernyataan itu disampaikan sebelum demonstrasi besar yang rencananya akan digelar di Kairo Selasa ini (1/2) dan ditengah desakan untuk mogok massal.
Dalam pernyataannya yang dikutip oleh Media Mesir, militer mengatakan: "Kepada masyarakat Mesir, pasukan militer anda, mengakui hak masyarakat yang sah... tidak akan menggunakan kekerasan terhadap masyarakat Mesir. "
Wartawan BBC Lyse Doucet, di ibukota Kairo melaporkan masyarakat akan memandang peristiwa di Tunisia akan terjadi di Mesir, ketika militer menolak untuk menembak para demonstran yang mendesak Presiden Zine al-Abidine Ben Ali turun dari jabatannya setelah 23 tahun berkuasa.
Dia mengatakan ribuan orang akan berkumpul di lapangan Tahrir, pusat Kota Kairo, suasana antara demonstran dan tentara tampak sudah cair. Mereka mencoba untuk menurunkan situasi yang sebelumnya memanas sebelum demonstrasi besar pada Selasa (1/2).
oposisi telah mengatakan satu juta orang akan ikut dalam demonstrasi di jalanan Kairo.
Aksi serupa juga akan dilakukan di Alexandria.
Layanan kereta api di Mesir akan dihentikan sementara antara 15.00 dan 08.00 waktu setempat dan maskapai EgyptAir menyatakan telah membatalkan penerbangan domestik dan internasional di waktu yang sama.
Bagaimanapun, ribuan orang memprotes tetap menginap di Lapangan Tahrir.
Sementara itu, Wakil Presiden yang baru Omar Suleiman mengatakan Mubarak memintanya untuk membuka dialog terbuka dengan partai politik tentang reformasi yang konstitusional.
Sebelumnya, Mubarak mengumumkan pergantian kabinet untuk meredam protes, dengan mengganti Menteri Dalam Negeri Habib al-Adly yang tidak disukai oleh para demonstran.





























