Demonstrasi 'hari kepergian' di Mesir

Demonstrasi menentang Mubarak

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Massa demonstran tetap menuntut Mubarak segera lengser

Puluhan ribu warga Mesir ikut dalam demonstrasi "hari keberangkatan" untuk mencoba menggulingkan Presiden Husni Mubarak.

Kehadiran militer tampak sangat mencolok di Lapangan Tahrir, Kairo setelah kerusuhan yang membuat ratusan orang cedera.

Setelah shalat Jumat berlangsung dalam suasana santai, kerumunan massa meneriakkan slogan-slogan yang menuntut Mubarak untuk pergi.

Mubarak mengatakan dia sudah "muak" menjadi presiden tetapi tidak mau memenuhi tuntutan yang semakin besar agar mundur karena menurut Mubarak, jika desakan itu dia penuhi, maka Mesir akan kacau.

Dalam wawancaranya yang pertama sejak demonstrasi anti pemerintah merebak, Mubarak mengatakan kepada stasiun televisi Amerika, ABC News bahwa dia sebenarnya ingin segera mundur.

Namun dia berulangkali mengatakan bahwa grup oposisi Islamis yang dilarang, Ikhwanul Muslim akan mengisi kekosongan kekuasaan jika dia mundur.

Ketika menanggapi pernyataan Mubarak, salah seorang tokoh oposisi Mohamed ElBaradai mengatakan: "Kami sebagai rakyat juga sudah muak, bukan hanya dia.

"Pendapat bahwa akan terjadi kekacauan itu adalah ciri-ciri kediktatoran. Dia pikir kalau dia mundur, seluruh negeri akan hancur berantakan."

Seorang anggota senior Ikwanul Muslimin, Issam al-Aryan membantah baha kelompoknya akan mengajukan calon presiden.

Kepada BBC dia mengatakan bahwa organisasinya lebih suka pihak oposisi memilih calon secara konsensus.

"Kami menginginkan negara sipil berdasarkan nilai-nilai Islam. Sebuah negara demokrasi dengan sistem parlementer, negara yang memiliki kebebasan membentuk partai, kebebasan pers dan sistem peradilan yang adil dan independen," tambah dia.

US$310 per hari

Terusan Suez

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Terusan Suez buka, tapi maskapai Maersk menutup terminalnya

Pergolakan di Mesir merugikan negara paling tidak US$310 juta per hari.

Angka ini hasil kajian bank Credit Agricole.

Para ekonom di bank tersebut menurunkan prakiraan pertumbuhan Mesir tahun ini dari 5,3% menjadi 3,7%.

Industri perbankan dan bursa saham sudah berhari-hari tidak beroperasi, dan banyak pabrik di kota-kota besar juga tutup.

Selain itu kenaikan harga bahan makanan juga berlanjut, itu sebab awalnya puluhan ribu orang turun ke jalan-jalan, berdemonstrasi.

Mesir saat ini seharusnya menikmati puncak musim turis, yang biasanya berakhir bulan Mei, tetapi banyak penerbangan dan pelancong menunda kedatangan mereka.

Terusan Suez yang sangat penting bagi perdagangan dan memberi Mesir pemasukan sekitar US$4,77 miliar tahun 2010, masih tetap dibuka.

Tetapi perusahaan perkapalan terbesar di dunia, AP Moller-Maersk yang berbasis di Denmark, sudah menutup beberapa fasilitas, termasuk sebuah terminal di Terusan Suez.

Grup usaha bahan-bahan bangunan Lafarge juga menutup pabrik-pabrik mereka.