Amnesty minta Mesir bebaskan tahanan

Organisasi HAM Amnesty International memperkirakan jumlah orang yang ditahan di Mesir mencapai puluhan orang sejak demonstrasi anti pemerintah berlangsung.
Diperkirakan mereka berada di camp 75 milik polisi militer di Manshiyet el-Bakri, di luar Kairo, dan tidak dapat berkomunikasi dengan pihak luar.
Sekjen Amnesty Internasional Salil Shetty meminta para tahanan itu segera dibebaskan.
Siaran pers, organisasi itu menyebutkan dua orang stafnya merupakan bagian dari lima orang aktivis HAM dan jurnalis yang dibebaskan oleh polisi militer Mesir, setelah ditahan selama dua hari.
Dia menyebutkan stafnya telah dibebaskan oleh polisi militer Mesir.
"Kami sangat menyambut baik pembebasan staf kami dan orang-orang yang ditahan," kata Sekjen Amnesty Internasional Salil Shetty.
Lima orang yang baru dibebaskan itu merupakan bagian dari 35 orang Mesir dan aktivis HAM internasional, pengacara dan jurnalis yang di tahan pada Kamis (3/2) lalu.
Dalam laporan itu disebutkan tidak ada orang Mesir yang dibebaskan.
Sementara itu, kekerasan terhadap wartawan masih terjadi di Mesir.
Otoritas Mesir menangkap Kepala Biro Al-Jazeera dan seorang wartawannya di Kairo.
Seperti dilaporkan AFP, televisi yang berbasis di Doha itu juga telah dilarang siaran dari Mesir, sejak hari Minggu lalu.
"Petugas keamanan Mesir telah menahan Kepala Biro Al-Jazeera di Kairo Abdel Fattah Fayed dan wartawan Ahmed Yousef."
Penangkapan itu terjadi sehari setelah Al-Jazeera menyebutkan kantor di ibukota Mesir dibakar dan situsnya dibobol hacker.





























