Tunisia panggil kembali tentara pensiun

Sumber gambar, AFP
Menteri Pertahanan Tunisia meminta agar tentara yang baru masuk masa pensiun melapor kembali ke barak untuk bertugas, ditengah upaya pemerintah mengembalikan ketertiban setelah negara itu diguncang rusuh sebulan terakhir.
Sekelompok orang membakar sebuah stasiun polisi Senin (07/02) kemarin sementara aksi penjarahan kembali marak.
Sejumlah politisi yang masuk dalam koalisi pemerintahan Tunisia menyebut anggota pemerintahan mantan Presiden Zine Al-Abidine Ben Ali, yang digulingkan bulan lalu, menyulut aksi kekerasan untuk mengguncang Tunisia.
Menteri Dalam Negeri telah memperingatkan aparat kepolisian agar tidak melalaikan tugas mereka.
Upaya memulihkan situasi juga dilakukan oleh anggota parlemen setempat dengan memberikan kewenangan pada presiden sementara Tunisia Fouad Mebazza untuk memerintah dengan menggunakan dekrit tanpa dipilih parlemen.
Saat bicara didepan parlemen, seperti ditulis Reuters, Perdana Menteri Mohamed Ghannouchi mengatakan kewenangan ini dibutuhkan agar pemerintah mampu menghadapi tiap masalah yang timbul dengan cepat.
Ancaman pecat
Sejauh ini kepercayaan masyarakat terhadap aparat kepolisian rendah akibat pandangan buruk yang dialamatkan pada mereka karena dianggap sebagai antek kekerasan dibawah rezim Ben Ali.
Polisi juga diduga akan melakukan pembangkangan terhadap pemerintahan baru setelah Ben Ali diusir dari Tunisia.
Kementrian Dalam Negeri menyatakan polisi yang mangkir dari tugas atau melalaikan tugas akan dipecat.
"Kalau ada polisi meninggalkan posnya untuk memenuhi panggilan tugas maka mereka harus segera kembali setelah situasi darurat teratasi. Kalau tidak maka mereka dianggap sudah berhenti bekerja," demikian bunyi pernyataan Kementrian.
Sedikitnya lima orang tewas di daerah-daerah sejak Jumat lalu, termasuk dua orang yang tewas ditembak di kota di utara El Kef saat polisi mencoba membubarkan aksi protes.
Inggris mengumumkan bahwa Menteri Luar Negeri William Hague akan melakukan pembicaraan dengan sejumlah pejabat Tunisia hari Selasa (08/02) dan menjadi pejabat asing tertinggi pertama yang mengunjungi negara Arab itu sejak Ben Ali digulingkan.
Pengusiran ben Ali dengan kekuatan massa merupakan aspirasi yang kini banyak ditiru rakyat negara-negara di kawasan jazirah Arab.





























