Reaksi dunia atas lengsernya Mubarak

Sumber gambar, AFP
Sejumlah pemimpin dunia menyambut pengunduran diri Husni Mubarak sebagai presiden Mesir, Jumat (11/2).
Sekjen PBB Ban Ki-Moon mengatakan suara rakyat Mesir telah didengar dan berharap sekarang Mesir bisa melangkah maju.
"Saya menyerukan kepada pemerintahan sementara untuk menyusun rencana ke depan dengan mengikutsertakan semua pemangku kepentingan," kata Ban Ki-Moon.
Sementara itu, Sekjen Liga Arab, Amir Moussa, mengatakan inilah saatnya untuk membuat konsensus nasional di Mesir.
Adapun di Tunisia -yang menjadi inspirasi di Mesir setelah mereka berhasil menggulingkan Presiden Ben Ali- warga berjoget di jalan-jalan dan membunyikan klakson mobil.
Perjanjian damai dengan Israel
Penduduk di wilayah Palestina juga turut merayakan kemenangan rakyat Mesir dengan mengumandangkan lagu kebangsaan Mesir. Gerakan Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, mengatakan inilah permulaan revolusi Mesir.
Sejumlah pejabat Mesir menyampaikan harapan bahwa peralihan kekuasaan tidak akan mempengaruhi perjanjian damai antara Israel dan Mesir.
Semenara itu Gerakan Hizbullah di Lebanon juga menyampaikan selamat kepada rakyat Mesir atas kemenangan ini.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, mengatakan Mubarak telah mendengarkan suara rakyat Mesir dan membuka jalan bagi reformasi.
Dia mengatakan adalah penting diadakan dialog guna membentuk pemerintahan yang berbasis luas. Ashton menambahkan negara-negara Eropa siap membantu Mesir.
Kanselir Jerman, Angela Merkel, menyebut peristiwa ini sebagai "perubahan bersejarah" di Mesir dan mengatakan dia merasakan apa yang dialami oleh jutaan rakyat Mesir yang turun ke jalan-jalan. Namun dia mengingatkan Mesir untuk menghormati traktat perdamaian dengan Israel tahun 1979.
Perdana Menteri Inggris, David Cameron, menyebut hari luar biasa dan kini muncul peluang berharga untuk menciptakan Mesir yang bebas, terbuka dan demokratis.
Di Amerika Serikat, Wakil Presiden Joe Bidden menyebut peristiwa di Mesir sebagai saat penting bagi Timur Tengah.
Pemerintah Swiss telah membekukan apa yang disebut aset-aset Mubarak di Swiss.





























