Cina khawatirkan 'revolusi bunga melati'

Sumber gambar, Reuters
Pejabat tinggi Cina yang bertanggungjawab atas ketertiban umum memperingatkan aparat pemerintah agar mencari cara-cara baru dalam mengatasi gejolak sosial.
Zhou Yongkang mendesak para pejabat senior untuk memperbaiki "manajemen sosial" dan "mendeteksi konflik dan masalah sejak dini", demikian dilaporkan kantor berita Xinhua.
Dia menyatakan hal itu dalam seminar akhir pekan lalu sementara muncul kampanye di internet untuk mengajak "revolusi bunga melati" di Cina
Pada hari Minggu polisi membubarkan kerumunan orang di beberapa kota yang diorganisir lewat internet.
Di Shanghai tiga orang ditangkap. Sejumlah aktivis hak asasi manusia ditahan di kantor polisi beberapa jam sebelum demonstrasi dimulai.
Akan tetapi seruan demonstrasi massal ini tidak mendapat sambutan luas.
Sementara itu seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Timur Tengah dikutip Reuters menyalahkan gejolak politik di Timur Tengah karena adanya pertumbuhan ekonomi terlalu rendah dan terhambatnya reformasi.
"Saya kira negara-negara ini tidak mampu menyesuaikan diri dengan sistem sosial dan ekonominya. Beberapa negara mengalami pertumbuhan ekonomi yang lamban," katanya.
Kata-kata berbahasa Cina untuk "bunga melati" atau "revolusi bunga melati" masih diblokir di internet.
Kata "revolusi bunga melati" adalah nama yang diberikan kepada gerakan protes Tunisia yang menggulingkan Presiden Zine el-Abidine Ben Ali.
'Insiden massal'
Zhou adalah anggota politbiro Partai Komunis Cina yang bertanggung jawab melindungi ketertiban umum di Cina.
Selama seminar itu dia juga mengatakan kepada para pejabat agar mereka membangun data nasional dengan informasi dasar mengenai rakyat Cina, demikian laporan Xinhua.
Komentar ini dia sampaikan menyusul komentar pejabat-pejabat tinggi lainnya dalam beberapa hari terakhir yang menyuarakan kekhawatiran tentang penentangan terhadap kekuasaan pemerintah dengan semakin majunya pembangunan ekonomi.
Data tahun lalu menunjukkan bahwa anggaran pemerintah Cina untuk keamanan dalam negeri, sama dengan anggaran pertahanan.
Menurut sebuah lembaga pengkajian pemerintah, setiap tahun sejak 2007 terdapat 90.000 peristiwa yang tergolong sebagai "insiden massal" atau gangguan ketertiban.
Sebagian kalangan di Cina mempertanyakan apakah memang ada rencana demonstrasi jalanan pekan lalu.
Menurut mereka pemerintah bereaksi atas "desas desus" di internet dengan melakukan penangkapan.
Mereka mengatakan kondisi untuk gerakan massal belum tercipta di Cina. Kontrol terhadap internet dan pengawasan di jalanan masih terlalu kuat.





























