Perundingan Pantai Gading tak ada kemajuan

Laurent Gbagbo

Sumber gambar,

Keterangan gambar, Uni Afrika belum menemukan cara untuk membujuk Gbagbo mundur

Lima presiden Afrika yang diserahi tugas memecahkan kebekuan politik di Pantai Gading melakukan pertemuan akhir dengan para pimpinan senior Uni Afrika dan pejabat PBB di Mauritania.

Setelah pembicaraan sepanjang enam jam, para presiden tersebut tidak menunjukkan indikasi telah tercapainya kemajuan.

Sejumlah sumber diplomatik mengatakan mereka membicarakan sedikitnya empat opsi untuk mencairkan kebuntuan di Pantai Gading.

Hari Senin (21/02) ini kelima presiden dari Mauritania, Afrika Selatan, Tanzania, Burkina Faso dan Chad, itu dijadwalkan terbang ke Pantai Gading untuk menjelaskan hasil pertempuan mereka pada dua pihak yang berseteru dan sama-sama mengklaim sebagai presiden Pantai Gading; Laurent Gbagbo dan Alassane Ouattara.

Presiden Gbagbo sebelumnya berkuasa, namun kemudian kalah dalam pemilu dan menolak menyerahkan jabatannya pada Outtara.

Cara Mesir

Sementara situasi tak menentu menyangkut pemerintah berkuasa di pantai Gading telah mendorong sekelompok orang untuk menggelar aksi demo.

Sejumlah saksi mata seperti ditulis kantor berita AP menyebut aparat keamanan menembaki peserta demo pada hari kedua di ibukota Abidjan, setelah mereka terus-menerus meneriakkan agar menggulingkan Presiden Gbagbo dengan "cara Mesir".

Menurut saksi mata polisi militer melingkari kelompok pendukung Alassane Ouattara di distrik Abobo di ibukota Abidjan pada Minggu sore, sebelum mulai menembak.

Sejumlah korban dikabarkan luka, meski jumlahnya tidak bisa diverifikasi lembaga independen.

Krisis politik di Pantai Gading sudah berlangsung sejak pemilu berakhir, November tahun lalu meskipun dunia internasional dan PBB mengakui Ouattara sebagai pemenang pemilihan presiden.