Ratusan orang masih hilang karena gempa

Sumber gambar, AP
Sekitar 300 orang masih dinyatakan hilang akibat gempa bumi dahsyat di Christchurch, Selandia Baru, Selasa (22/2).
Mereka diperkirakan terperangkap di reruntuhan bangunan dan seratus diantaranya berada di dalam satu gedung yang runtuh
Sejauh ini jumlah korban tewas mencapai 75 orang
Sejumlah regu penyelamat mengatakan mereka tidak menemukan lagi korban selamat dalam upaya pencarian Rabu malam dan mereka mengatakan tim penyelamat berburu waktu untuk menemukan orang yang masih hidup.
Direktur Manajemen Bencana Selandia Baru John Hamilton mengatakan regu penyelamat hanya mempunyai dua atau tiga hari untuk mencari korban selamat.
Listrik belum pulih
Sebagian bangunan yang rusak dan masih berdiri dinyatakan tidak aman dan hal ini menghambat upaya pencarian korban karena ada resiko bangunan itu tiba-tiba runtuh.
Nasib penduduk Christchurch semakin buruk karena sebagian besar wilayah kota tersebut sekarang tanpa air bersih dan aliran listrik. Ratusan warga harus antri untuk mendapatkan air bersih yang didatangkan dari daerah-daerah sekitarnya.
Rumah sakit terbesar di Christchurch penuh dengan pasien yang mengalami luka pada kepala dan luka pada dada, kata juru bicara rumah sakit.
Sementara itu, tim bantuan dari Australia, beberapa negara Asia, Amerika Serikat dan Inggris telah tiba di Selandia Baru. Sejumlah tim yang bertugas di rumah sakit lapangan dikerahkan untuk membantu memperbaiki aliran listrik, saluran air dan jaringan telpon yang mengalami kerusakan di kota Christchurch.
Gempa berkekuatan 6,3 pada skala Richter ini merupakan bencana terbesar di Selandia Baru selama 80 tahun terakhir.





























