Kilang minyak rusak karena dibom

Sumber gambar, BBC World Service

Serangan bom mengakibatkan kilang minyak terbesar di Irak, Baiji, tutup dan menyebabkan dua pekerja tewas, Sabtu (26/2).

Para pejabat Irak mengatakan pelaku serangan menanam bom di salah satu unit kilang Baiji, Provinsi Salaheddin, sebelah utara Baghdad, subuh waktu setempat. Serangan ini memicu kobaran api.

"Kilang minyak ini berhenti beroperasi total," kata Gubernur Provinsi Salaheddin, Ahmed al-Jubouri.

"Peristiwa ini menyebabkan kerugian besar bagi negara. Semua kota di Irak tergantung pada produksi minyak."

Kilang minyak Baiji memproses sekitar 150.000 barel minyak per hari.

Sebanyak 50 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang baru bisa dikendalikan setelah lima jam.

Seorang pejabat kilang Baiji mengatakan perbaikan akibat kerusakan akan memerlukan waktu lama karena skala kerusakannya sangat besar. Diharapkan sebagian kilang bisa dioperasikan lagi dalam waktu beberapa hari.

Kilang minyak Baiji pernah berada di tangan al-Qaida yang memanfaatkannya untuk mendanai kegiatan militan. Selain Baiji, Irak mempunyai dua kilang besar lainnya di Baghdad dan di Basra.

Wartawan BBC di Baghdad, Jonathan Head mengatakan serangan terhadap kilang minyak tentu akan menjadi kekhawatiran besar bagi pemerintah yang baru saja mulai bekerja setelah diperlukan waktu 10 bulan untuk membentuk pemerintahan koalisi.