PBB serukan evakuasi dari Libia

Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan evakuasi massal atas warga negara asing yang lari dari Libia ke Tunisia.
Sekjen PBB Ban Ki-Moon juga mengatakan situasi di perbatasan sudah mencapai 'titik krisis' dimana kehidupan ribuan orang terancam.
Sekitar 75,000 warga asing telah melarikan diri dari Libia ke Tunisia sejak kekerasan dimulai di Libia tanggal 20 Februari lalu dan sekitar 40,000 lainnya masih tertahan di perbatasan.
Sebagai bentok protes, PBB juga sudah mendepak Libia dari dewan hak asasi manusia,.
Sementara itu pemimpin Libia, Muammar Gaddafi terus menolak untuk tidak turun dari jabatannya walaupun gelombang unjuk rasa antipemerintah makin membesar.
Gaddafi mengatakan bahwa pasukannya sedang berusaha mengambil kembali kekuasaan di bagian barat yang sudah direbat oleh oposisi.
Ban mengatakan menurut beberapa laporan sekitar 1,000 orang sudah tewas akibat krisis di Libia.
Komisioner Tinggi PBB Urusan Pengungsi bersama dengan Organisasi Internasionl untuk Migrasi, menyerukan para pemerintah terkait untuk berpatisipasi "dalam evakuasi massal atas puluhan ribu warga negara Mesir dan negara lainnya"
Diantara puluhan ribu orang yang terdampar adalah pekerja dari Vietnam, India, Turki, Tunisia, China dan Thailand.
Dalam resolusinya yang mendepak Libia dari dewan HAM, para anggora PBB menuduh Libia telah melakukan pelanggaran ham secara serius dan sistematis.





























