Pemberontak Libia rayakan 'kemenangan'

Pemberontak Libia

Sumber gambar, Reuters (audio)

Keterangan gambar, Pemberontak Libia naik diatas tank yang melaju menuju kota Brega

Pemberontak di Libia timur merayakan kemenangan setelah berhasil mengusir pasukan yang setia kepada pemimpin Muammar Gaddafi.

Pasukan Gaddafi sebelumnya berusaha mengambil alih kota Brega namun usaha itu gagal setelah melewati pertarungan sengit yang juga melibatkan serangan udara.

Kota Brega adalah kota strategis yang kaya akan hasil alam minyak.

Walaupun gagal menguasai Brega, paling tidak pendukun Gaddafi berhasil bergerak ke Libia timur untuk pertama kalinya sejak daerah itu jatuh ke tangan pemberontak.

Sebelumnya Gaddafi muncul di televisi dan mengatakan akan terus berperang melawan pembangkang.

Dia juga memperingatkan ribuan rakyat Libia akan tewas bila pasukan dari negara Barat ikut campur dalam konflik di negaranya.

Koresponden BBC, John Simpson mengatakan saat ini tidak ada tentara pendukung Gaddafi di kota Brega setelah terjadi bentrokan sengit di pesisir pantai dan di kampus universitas.

Seorang pemimpin pemberontak mengatakan kepada Simpson bahwa sepertinya tentara pendukung Gaddafi kehabisan peluru dan terpaksa harus lari dari pertempuran.

Sempat menguasai

Menurut Simpson, pasukan Gaddafi datang dengan lebih dari 100 kendaraan berat dan mereka sempat menguasai beberapa sudut di kota Brega sebelumnya akhirnya hengkang diusir pemberontak.

Pasukan pemberontak merayakan kemenangan mereka dengan meluncurkan tembakan ke udara.

Menurut pemberontak kekalahan pasukan pemerintah ini bisa saja menunjukan bahwa mereka tidak sepenuh hati berperang membela Gaddafi.

Menurut koresponden kami, sebuah pesawat tempur Libia sempat menjatuhkan bom di pinggir kota Brega, namun usaha itu tetap gagal untuk menguasai kota penting itu.

Sementara itu pejabat yang setia kepada Gaddafi mengatakan bahwa tentara berhasil menduduki fasilitas minyak di Brega namun kemudia pasukan pemberontak mengatakan mereka berhasil menguasai kembali.

Sumber rumah sakit di Brega mengatakan kepada BBC Arabic bahwa setidaknya 14 orang tewas dalam pertempuran di kota itu.

Gelombang unjuk rasa antipemerintah di Libia dalam beberapa minggu terakhir ini telah menewaskan sekitar 1,000 orang.