Oposisi enggan berunding dengan Gaddafi

Sumber gambar, Reuters
Dewan Nasional Libia di Benghazi, kota terbesar kedua di Libia menegaskan tidak akan melakukan perundingan apapun kecuali Kolonel Muammar Gaddafi mundur dan mengasingkan diri ke luar negeri.
Selain itu, dewan juga meminta intervensi internasional untuk menghentikan serangan udara pemerintah Libia yang ditujukan kepada para pemberontak.
"Jika ada negosiasi maka negosiasi itu akan membicarakan bagaimana cara Gaddafi turun dari kursinya atau meninggalkan negeri ini agar hidup kami selamat. Selain masalah itu, tidak ada negosiasi lain," kata Kepala Dewan Nasional yang adalah mantan Menteri Dalam Negeri Libia Mustafa Abdel Jalil
Wartawan BBC di Benghazi Kevin Connolly melaporkan terjadi kemacetan dalam konflik politik di Libia. Sebab, kedua kubu tidak mampu mengerahkan persenjataan dan personil dalam jumlah besar untuk menguasai wilayah padang pasir.
Kondisi ini, lanjut Connolly, selain menyebabkan kemacetan juga bisa mengakibatkan kekosongan politik setelah revolusi Libia dimulai di wilayah timur negeri itu pertengahan Februari lalu.
Dan, negosiasi nampaknya akan sulit terjadi. Sebab, tujuan utama Gaddafi adalah mempertahankan kekuasaannya sementara pemberontak ingin mengakhiri kekuasaan 41 tahun lebih sang kolonel.
Saif tolak tuduhan
Sementara itu, salah satu putra Gaddafi Saif al-Islam membantah tuduhan bahwa angkatan udara menyerang para pengunjuk rasa anti pemerintah di ibukota Tripoli.
Namun dalam wawancaranya dengan sebuah stasiun televisi Inggris Saif menegaskan angkatan bersenjata Libia hanya mengincar mereka yang diduga keras sebagai pemimpin pemberontak.
Dalam saat-saat krisis seperti ini, kata Saif, dirinya tidak akan membiarkan negara terancam akibat tindakan-tindakan subversif.
Sebelumnya Mahkamah Kejahatan Internasional berencana akan menyelidiki pemimpin Libia, Muammar Gaddafi, anak-anaknya dan para pembantu seniornya terkait dugaan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Ribuan orang diperkirakan tewas dalam kekerasan setelah pasukan keamanan menyerang para demonstran yang dimulai tanggal 17 Februari.
Mahkamah di Den Haag telah mengidentifikasi setidaknya sembilan insiden berbeda yang bisa termasuk dalam kejahatan terhadap kemanusiaan.
Tuduhan paling serius menyangkut pembunuhan 257 warga oleh pihak berwenang dan pasukan keamanan antara tanggal 15 dan 20 Februari di kota Benghazi.
Demonstrasi besar

Sumber gambar, AP
Di Tripoli yang masih dikuasai Gaddafi, para pengunjuk rasa menyerukan aksi besar-besaran usai shalat Jumat (4/2) waktu setempat, meski militer pendukung Gaddafi terus melakukan penangkapan dan pembunuhan kelompok oposisi.
Sementara itu Presiden Amerika Serikat Barack Obama dalam konferensi pers di Gedung Putih mengulangi seruannya agar Kolonel Gaddafi melepas jabatannya.
"Ke depan kami akan mengirimkan sebuah pesan yang jelas. Kekerasan harus dihentikan. Muammar Gaddafi sudah kehilangan legitimasinya dan dia harus pergi," kata Obama.
Obama menambahkan dia telah memberikan otorisasi penggunaan pesawat-pesawat milter Amerika Serikat untuk mengangkut puluhan ribu tenaga kerja asing keluar dari Libia.
Saat ini, menurut Organisasi Migrasi Internasional (IOM) sekitar 200.000 orang pekerja migran telah pergi meninggalkan Libia ke Mesir, Tunisia dan





























