Demonstran Mesir duduki kantor intel

Tentara Mesir

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Tentara Mesir sedang membersihkan lapangan Tahrir selepas aksi unjuk rasa bulan Februari.

Demonstran di Mesir telah menduduki kantor pusat polisi rahasia di Kairo, dan menyerukan satuan itu dibubarkan.

Serangan tersebut dilakukan setelah beredar kabar burung yang mengatakan bahwa akan ada penhancuran dokumen yang sedianya dijadikan barang bukti di pengadilan hak asasi manusia.

Sebelumnya di hari Jum'at (04/03) sekitar 200 demonstran menduduki kantor polisi rahasia di kota Aleksandria, setelah polisi melepaskan tembakan ke arah pengunjuk rasa.

Pembubaran satuan polisi rahasia adalah satu permintaan yang diajukan para pengunjuk rasa yang menggulingkan Husni Mubarak di bulan Februari.

Badan Negara Investigasi Keamaanan Mesir dilaporkan mempunyai 100 ribu pegawai dan jaringan personel intel.

Kesatuan ini banyak dituduh telah melakukan penyiksaan terhadap tahanan.

Kertas dihancurkan

Di Kairo, ratusan demonstran berkumpul di depan kantor pusat polisi rahasia.

Salah satu demonstran mengatakan kepada BBC bahwa ketika mereka masuk ke dalam gedung, mereka menemukan tumpukan dokumen yang sudah dihancurkan namun mereka tidak menemukan satu petugas.

Militer Mesir akhirnya bisa mengamankan gedung itu.

Menurut koresponden BBC, Alastair Leithead di Kairo, kantor intel Mesir adalah salah satu alat penegak kekuasaan Husni Mubarak selama ia menjadi pemimpin.

Mubarak turun jabatan bulan lalu setelah menghadapi gelombang unjuk rasa antipemerintah selama 18 hari.