Pemberontak Libia bebaskan tim Inggris

Kapal frigat Inggris HMS Cumberland berada di perairan dekat pesisir Libia
Keterangan gambar, Kapal frigat Inggris HMS Cumberland berada di perairan dekat pesisir Libia

Tim diplomatik Inggris yang ditahan di Libia timur setelah mendarat di sana dua hari lalu telah dibebaskan, kata pemerintah Inggris.

Tim yang diyakini beranggotakan enam anggota pasukan khusus Inggris, SAS, dan seorang diplomat tersebut telah meninggalkan Benghazi dengan tujuan Malta dengan kapal perang Inggris, HMS Cumberland.

Diplomat tersebut dilaporkan menjalin kontak dengan para tokoh oposisi Libia.

Saksi mata mengatakan orang-orang Inggris tersebut ditahan pemberontak yang melawan rezim Kolonel Muammar Gaddafi setelah mendarat dengan helikopter di Benghazi di belahan timur Libia hari Jumat.

Mereka ditahan setelah menuju sebuah kompleks pertanian. Di tempat tersebut petugas keamanan Libia mendapati mereka membawa senjata, amunisi, bahan peledak, peta dan paspor dari setidaknya empat negara, kata saksi mata kepada BBC.

Saksi mata mengatakan orang-orang tersebut membantah mereka membawa persenjataan.

Dalam pernyataan hari Minggu (6/3), Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan tim itu -yang memperkuat upaya untuk menjalin kontak dengan para tokoh oposisi di tengah kerusuhan di Libia- telah mengalami kesulitan namun kini telah diselesaikan secara memuaskan''.

'Memalukan'

Hague menambahkan: ''Kami berniat, dengan berkonsultasi dengan oposisi, akan mengirim tim lain untuk memperkuat dialog. Upaya diplomatik ini bagian dari upaya lebih luas Inggris menyangkut Libia, termasuk dukungan kemanusiaan kami yang tengah berjalan''.

''Kami terus menekan [Pemimpin Libia Muammar] Gaddafi untuk turun, dan kami akan bekerja sama dengan masyarakat internasional untuk mendukung ambisi-ambisi syah bangsa Libia,'' katanya.

Juga hari Minggu, televisi negara Libia menyiarkan rekaman yang dikatakan sebagai percakapan telepon antara duta besar Inggris untuk Libia, Richard Northern, dan jurubicara pemberontak. Mereka terdengar membahas situasi tim Inggris dalam rekaman tersebut.

Dalam rekaman, Northern meminta tokoh senior di jajaran oposisi Libia turun tangan dalam peristiwa yang dia katakan ''kesalahfahaman''.

Dia menjelaskan tim berada di Libia timur untuk membuat persiapan untuk misi kemanusiaan Inggris.

Otentisitas rekaman tersebut belum diverifikasi, tapi Inggris diketahui melancarkan negosiasi untuk membebaskan mereka.

Wartawan BBC Jon Leyne, yang berada di Benghazi, menyatakan misi Inggris tampaknya berubah menjadi insiden ''salah perhitungan yang memalukan''

Dia mengatakan Inggris ''jelas tidak menyadari reaksi yang muncul dalam situasi tegang ini akibat sekelompok orang bersenjata tiba dengan helikopter di tengah malam''.