PM Jepang menolak turun

Sumber gambar, reuters
Perdana Menteri Jepang Naoto Kan menolak desakan pengunduran diri setelah menteri luar negeri turun karena skandal pendanaan akhir minggu lalu.
Kan mengatakan kepada parleman dia bermaksud menjalankan tugas sampai pemilihan umum yang dijadwalkan pada akhir tahun 2013.
Pihak oposisi yang menguasai majelis tinggi menginginkan pemilu dini dan mengancam akan menghambat RUU anggaran.
Pengunduran diri Menteri Luar Negeri Seiji Maehara semakin meningkatkan kesan ketidakberesan pemerintahan.
Beberapa pengamat politik di Jepang memperkirakan pemerintahan Naoto Kan akan segera berakhir.
Tetapi di parlemen Kan tetap mengatakan dirinya akan: "Menjalankan tugas memerintah selama empat tahun dan membiarkan warga untuk memutuskan sendiri di tempat pemungutan suara".
Kan adalah perdana menteri kelima Jepang sejak tahun 2006. Maehara sebelumnya dianggap akan menjadi pengganti Kan.
Tetapi dia mengundurkan diri hari Minggu setelah bertugas selama enam bulan.
Dia mengakui menerima sumbangan politik dari warga asing. Hal ini merupakan pelanggaran hukum di Jepang jika dilakukan secara sengaja.
Maehara mengaku menerima US$610 dari penduduk Jepang warganegara Korea Selatan.





























