Ribuan bangunan harus dimusnahkan

Sumber gambar, BBC World Service
Perdana Menteri Selandia Baru John Key menyatakan 10.000 unit rumah dan sejumlah bangunan komersial di Christchurch tak bisa diperbaiki lagi dan harus dihancurkan akibat gempa dahsyat 22 Februari lalu.
Selain itu, kata Key, sebagian kawasan kota itu tak layak lagi didiami karena melemahkan kekuatan tanah akibat meningkatkan kandungan lumpur dan air akibat gempa.
"Pemerintah akan menyediakan alternatif untuk tempat tinggal masyarakat karena sebagian kawasan kota sudah rusak parah dan kami tidak bisa memperbaikinya," kata John Key.
Komisi Gempa Bumi Selandia Baru telah memulai proses pendataan tanah dan akan memulai pendataan bangunan rumah mulai pekan depan.
Namun, pembangunan kembali kota terbesar kedua Selandia Baru itu diperkirakan bakal menyulitkan keuangan negara dan pendapatan rakyat.
"Kami memperkirakan pertumbuhan GDP akan 1,5% lebih rendah pada tahun 2011 sebagai dampak dari gempa Februari," kata Menteri Keuangan Bill English.
Gempa berkekuatan 6,3 SR yang terjadi 22 Februari lalu menghancurkan permukiman, bangunan-bangunan bersejarah dan bangunan komersial mengakibatkan 166 orang meninggal dunia.
Pemerintah memperkirakan jumlah korban tewas masih bisa bertambah hingga di atas 200 orang karena tim penyelamat masih terus mencari korban di antara reruntuhan.
Selain menghancurkan sebagian kota, gempa itu mengakibatkan sekitar 70.000 orang atau seperlima dari seluruh penduduk Christchurch meninggalkan kota itu untuk mengungsi.
Sebuah ibadah bersama untuk mengenang korban gempa direncanakan pada 18 Maret mendatang yang diharapkan diikuti sekitar 100.000 orang.





























