Korban tewas di Selandia Baru bertambah

Walikota Christchurch Bob Parker menyebutkan korban tewas akibat gempa bumi bertambah menjadi 123 orang dan 200 orang masih hilang.
Kepada BBC, Parker memuji proses evakuasi yang luar biasa dalam empat hari setelah gempa terjadi di kota itu.
Dia juga mengatakan ratusan orang petugas penyelamat yang berasal dari delapan negara memilki semangat yang luar biasa.
Para petugas penyelamat mengatakan peluang untuk mencari korban selamat sangat kecil.
Tidak seorang korban pun yang berhasil diselamatkan dari reruntuhan bangunan dalam kondisi hidup, sejak Rabu (23/2) lalu.
Parker mengatakan pasokan energi di kota itu, telah mencapai 50% dari kapasitas sebenarnya, dan menambahkan seluruh wilayah di Kota itu akan mendapatkan pasokan energi dalam beberapa hari mendatang.
"Struktur kota hancur karena gempa, tetapi kami melakukan proses perbaikan yang luar biasa cepat," kata Parker kepada BBC World News Sabtu (26/2). "Ini merupakan situasi sulit, tetapi semangat yang dimiliki oleh mereka sangat luar biasa."
Proses evakuasi korban dari reruntuhan bangunan dilakukan oleh 600 orang petugas penyelamat dari berbagai negara yaitu Selandia Baru, Inggris, AS, Cina, Taiwan, Jepang, Meksiko dan Australia. Mereka mencoba mencari korban dari reruntuhan bangunan. Pejabat memperkirakan sekitar 22 mayat berasa di reruntuhan bangunan Gereja Katedral Christchurch, dan 120 orang diperkirakan tewas akibat bangunan CTV hancur, termasuk warga Jepang, Cina dan Filipina, dan sejumlah orang diperkirakan berada di dalam bangunan Pyne Gould Guinness yang hancur akibat gempa.





























