Tunisia bubarkan polisi rahasia

Sumber gambar, afp
Pemerintah sementara Tunisia mengumumkan pembubaran polisi rahasia negara itu.
Badan tersebut dituduh banyak pihak melakukan pelanggaran hak asasi manusia di bawah pemerintahan Presiden Zine el-Abidine Ben Ali yang digulingkan tanggal 14 Januari.
Perdana Menteri sementara Caid Essebsi juga mengumumkan pemerintahan baru dengan 22 menteri.
Pemerintahan interim menjalankan Tunisia sampai pemilihan umum dilaksanakan pada tanggal 24 Juli.
Pemerintahan yang baru diumumkan mempertahankan sebagian besar menteri penting dari pemerintahan sementara sebelumnya, termasuk menteri pertahanan, dalam negeri, kehakiman dan luar negeri.
Tetapi terdapat juga sejumlah pejabat baru setelah minggu lalu beberapa orang mengundurkan diri termasuk Perdana Menteri Mohammed Ghannouchi.
Anggota pemerintahan tidak akan diizinkan ikut serta pemilihan umum yang akan datang.

























