Prancis akui kubu oposisi Libia

Sumber gambar, BBC World Service
Prancis mengakui pemberontak Libia, Dewan Nasional Libia sebagai pemerintahan yang sah di Libia.
Langkah itu diumumkan di Paris oleh kantor Presiden Nicolas Sarkozy sehari setelah anggota parlemen Eropa mendesak Uni Eropa mengakui pemberontak.
Kepala bidang luar negeri Uni Eropa Baroness Ashton mengatakan dia tidak diberi mandat untuk mengambil keputusan sendiri.
Utusan Dewan Nasional Libia telah melobi Eropa untuk untuk meraih dukungan mereka.
Sejumlah diplomat Uni Eropa mengatakan kepada BBC, "Kami perlu melihat siapa mereka dan apakah mereka benar-benar mewakili oposisi".
Mereka menambahkan penting sekali bekerja sama dengan Liga Arab.
Menurut kantor berita AP, Prancis yang menjadi negara pertama yang secara resmi mengakui pemberontak mengatakan akan mengirim duta besarnya ke Benghazi.
Perkembangan ini terjadi setelah Presiden Sarkozy bertemu dua wakil Dewan Nasional Libia yang bermarkas di Benghazi.
Palang Merah Internasional mengatakan puluhan warga sipil terluka atau tewas dalam pertempuran melawan pasukan Muammar Gaddafi.
Menteri Luar Negeri Prancis Alain Juppe dikutip kantor berita AFP mendesak mitranya di Uni Eropa melakukan dialog dengan pemimpin oposisi Libia.





























