Pemberontak pertahankan Ajdabiya

Pemberontak Libia

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Tentara pemerintah Libia mengaku akan menguasai Benghazi

Para pemberontak Libia mengerahkan tank, artileri dan helikopter untuk menahan serangan pasukan pro Gaddaffi di kota Ajdabiya yang penting.

Wartawan BBC mengatakan ini untuk pertaka kali tentara yang desersi berhadapan dengan pasukan pemerintah.

Jika kota Ajdabiya jatuh jalan menuju kota Benghazi -kota terbesar kedua di Libia dengan penduduk satu juga- akan terbuka.

Tentara pemerintah Libia mengatakan telah merebut Ajdabiya dan serangan ke Benghazi akan segera dilakukan.

Kantor berita AP mengatakan pasukan pro Gaddafi telah mengepung Ajdabiya dari tiga sisi, sementara di sepanjang jalan bebas hambatan ke arah kota itu terlihat kendaraan yang terbakar, truk yang penuh dengan bekas tembakan serta tank yang terbalik.

Sementara itu, Dewan Keamanan PBB hari Kamis (17/03) akan mengambil suara untuk menentukan aksi terhadap Libia.

Amerika Serika kini mendukung penerapan satu zona larangan terbang di atas wilayah udara Libia, dan langkah-langkah lebih keras lagi untuk menghentikan sepak terjang kubu yang setia pada Gaddafi.

Rusia mengemukakan keprihatian atas dampak proposal yang ada dan mengajukan resolusi tandingan.

Para pemberontak mengatakan takut akan terjadi "genosida" jika PBB tidak segera mengambil langkah.

'Selesai dalam 48 Jam'

Faisal al-Islam

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Putra Gaddafi tidak khawatir dengan resolusi PBB

Tentara pro Gaddafi mulai bergerak mendekati kota Benghazi dalam beberapa hari belakangan, juga meningkatkan serangan ke kota-kota di bagian barat yang dikuasai pemberontak seperti kota Misrata.

Salah satu putra Gaddafi, Saif al-Islam, menegaskan Benghazi akan segera direbut kembali bahkan jika zona larangan terbang pun diterapkan.

"Semua akan berakhir dalam 48 jam," ujarnya kepada Euronews.

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa pada hari Rabu (16/03) malam televisi pemerintah memperingatkan warga kota Benghazi punya waktu hingga pukul 12 malam untuk meninggalkan wilayah pemberontak dan gudang senjata.

Kolonel Gaddafi mengatakan kepada televisi Lebanon bahwa dia memperkirakan tidak akan ada perang di kota itu karena warga Libia telah membantu mengusir elemen-elemen al-Qaeda.

"Seluruh tempat yang dikuasai [pemberontak], kini sudah dibersihkan denganbantuan warga... yang menjelaskan lokasi mereka," ujar Gaddafi seperti dikutip kantor berita Reuters.

PBB bertindak

Hari Rabu (16/03) Dewan Keamanan PBB melakukan perundingan panjang dan sulit atas satu resolusi yang bertujuan memberi mandat penerapan zona larangan terbang.

Duta besar Amerika Serikat untuk PBB Susan Rice mengatakan zona larangan terbang hanya akan membantu sedikit. Dia berharap rancangan itu akan disetujui.

Susan Rice

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Dubes AS di PBB dukung langkah lebih keras

Sebelumnya Amerika Serikat agak ragu dengan keefektifan zona larangan terbang itu, namun Susan Rice sekarang menegaskan hal itu dibutuhkan.

"AS berpandangan bahwa kita harus siap mempertimbangkan langkah-langkah termasuk, tetapi melebihi, zona larangan terbang, karena situasi di lapangan berkembang dan zona larangan terbang memiliki keterbatasan melindungi warga sipil."

Wartawan BBC mengatakan resolusi rancangan ini mengandung bahasa yang kontroversial yang mengijinkan seluruh langkah yang diperlukan untuk melindungi warga sipil, dan sebagian kalangan memandangnya sebagai ijin menyerang pasukan pemerintah Libia jika warga sipil diserang.

Wartawan BBC di PBB mengatakan hal itu kemungkinan yang dimaksud oleh dutabesar Rusia ketika dengan marah dia menyatakan bahwa sejumlah anggota Dewan Keamanan mengajukan rancangan resolusi yang memiliki kekuasaan terlalu luas.

Rusia sangat ragu dengan aksi militer, sama seperti Cina, dan mengajukan satu resolusi tandingan yang menghimbau gencatan senjata terlebih dahulu.

Para diplomat negara barat di PBB mengatakan resolusi ini ditolak karena tidak cukup kuat.