Palang merah mundur dari Benghazi

Sumber gambar, Reuters
Palang Merah Internasional menarik diri dari Kota Benghazi di sisi timur Libia yang dikuasai pemberontak.
Pejabat organisasi itu mengatakan langkah mundur dilakukan karena khawatir mereka diserang oleh pasukan loyalis Muammar Gaddafi yang mulai mendekati kota itu.
Pasukan pemerintah mengatakan mereka telah menguasai Ajdabiya, kota terakhir yang mendekati Benghazi. Namun keterangan ini dibantah kelompok pemberontak.
Presiden Prancis Nicolas Sarkozy memperingatkan PBB untuk mendukung rencana zona larangan terbang di Libia.
Palang Merah Internasional mengatakan telah memindahkan markasnya dari Benghazi dan Ajdabiya ke Kota Tobruk, di sisi timur negara itu. Di wilayah itu mereka melanjutkan upaya pertolongan terhadap korban akibat konflik ini.
Dalam keterangan resmi, organisasi ini mengatakan aktivitas kemanusiaan di Benghazi kini digantikan oleh tim Bulan Sabit Libia. Namun demikian, mereka meninggalkan makanan dan segala sesuatu yang dapat mencukupi 15,000 orang untuk satu bulan.
"Kami sangat peduli terhadap warga sipil yang sakit dan terluka, tahanan dan orang yang butuh perlindungan akibat konflik ini," kata Simon Brooks, kepala misi Palang Merah Internasional di Libia.
Genosida sesungguhnya
Pasukan pendukung Gaddafi telah bergerak mendekati Benghazi dalam beberapa hari terakhir.
Laporan-laporan menyebutkan mereka telah merebut kota Ajdabiya, sekitar 160 km dari pusat pergerakan para pemberontak.
Pasukan tank, artileri dan pesawat tempur menbombandir Ajdabiya, namun ada laporan yang meragukan keberhasilan pasukan Gaddafi menguasai kota ini.
Duta Besar Libia untuk PBB Ibrahim Dabbashi, yang membelot dari rezim Gaddafi, juga memperingatkan bahwa situasi di Libia bisameningkatdengan cepat
"Dalam hitungan jam ini, kami dapat melihat genosida sesungguhnya, jika dunia interniasonal tidak bergerak cepat," katanya.
Hari Rabu malam, seperti dilaporkanKantor Berita Reuters, siaran TV pemerintah memperingatkan agar penduduk Benghazi sampai tengah malam untuk
meninggalkanwilayah yang dikuasaipemberontakserta menjauhi tempatpenyimpanansenjata.
Gaddafi dalam wawancara dengan TV Libanon mengatakan bahwa dia tidak berharap ada pertempuran di kota itu, kalau warganya membantu mengusir para pemberontak yang disebutnya sebagai pendukung Al-Qaeda.





























