AS waspadai bahaya radiasi nuklir

Sumber gambar, AP
Amerika Serikat meningkatkan kewaspadaan terhadap krisis di PLTN Fukushima Daiichi Jepang yang rusak diguncang gempa.
Ketua Komisi Regulasi Nuklir (NRC) Amerika Serikat Greg Jaczko memprediksi upaya Jepang mendinginkan reaktor dan mencegah melelehnya reaktor akan berakhir dengan kegagalan.
Dia menambahkan para pekerja di sekitar PLTN itu rentan terpapar radiasi dalam tingkat tinggi.
Kekhawatiran akan dampak kerusakan PLTN Fukushima ini juga dikemuakakan Menteri Energi AS Steven Chu.
Menurut dia kondisi di pembangkit listrik itu nampaknya jauh lebih serius dibanding melelehnya sebagian reaktor di PLTN Three Mile Island, Pennsylvania tahun 1979 lalu.
Saat itu, meski insiden di Pennsylvania itu tidak mengakibatkan korban jiwa, reaktor nuklir di PLTN itu dipindah ke lokasi lain.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri AS mengimbau warga Amerika yang tinggal dalam radius 80km dari PLTN Fukushima untuk meninggalkan kawasan tersebut.
Radius bahaya yang ditetapkan Kemlu AS ini jauh lebih luas dari yang ditetapkan pemerintah Jepang yaitu 20km dari pembangkit.
Selain itu, tablet-tablet untuk mengurangi efek radiasi nuklir sudah dibagikan ke personel militer AS yang berada di Jepang.
Saat ini, pemerintah Jepang masih berupaya untuk menangani kerusakan PLTN Fukushima Daiichi, yang dihantam rangkaian ledakan sejak Sabtu (12/3).
Para pekerja masih berusaha mendinginkan suhu reaktor dengan menyiramkan air laut ke reaktor-reaktor yang terbakar.
Namun, helikopter yang sebelumnya ikut menyiramkan air laut ke reaktor ditarik mundur karena kekhawatiran tingginya tingkat radiasi di atas reaktor yang terbakar itu.





























