Aparat Yaman tembak mati 33 demonstran

korban penembakan di sanaa

Sumber gambar, 1

Keterangan gambar, Menurut tim medis para korban mengalami luka di bagian kepala, leher, dan dada

Setidaknya 33 pengunjuk rasa antipemerintah tewas tertembak oleh aparat keamanan Yaman di Sanaa.

Perkembangan ini diungkapkan oleh para dokter yang juga mengatakan puluhan orang mengalami luka-luka ketika aparat keamanan mengeluarkan tembakan ke arah massa yang berkumpul di dekat universitas usai salat Jumat.

"Sebagian besar korban mengalami luka di kepala, leher, dan dada," kata seorang dokter kepada kantor berita AFP.

Beberapa dokter kepada BBC mengatakan orang-orang bersenjata mengeluarkan tembakan dari atap-atap gedung di dekat Lapangan Tahgyeer.

Tidak akan mundur

Aksi kekerasan mewarnai aksi unjuk rasa yang telah berlangsung selama satu bulan. Para demonstran mendesak Presiden Ali Abdullah Saleh meletakkan jabatan.

Kantor berita Reuters memberitakan puluhan ribu orang berunjuk rasa di seluruh pelosok negeri, dari kota Aden di selatan hingga Hodeida di Yaman barat.

Yaman termasuk di antara negara di Timur Tengah yang dilanda gerakan rakyat, setelah aksi yang sama menumbangkan presiden Tunisia dan Mesir.

Sekitar 40% penduduk Yaman berpenghasilan $2 per hari dan sepertiga penduduk menghadapai kekuarangan pangan.

Presiden Saleh telah berkuasa selama 32 tahun dan menegaskan tidak akan mencalonkan diri ketika masa jabatannya berakhir pada 2013.

Ia juga menegaskan rezimnya akan mempertahankan diri hingga titik darah penghabisan.