Bentrok lagi di Yaman, ratusan luka-luka

Polisi menyerang pengunjuk rasa di Yaman

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Polisi menyerang pengunjuk rasa di Yaman dengan peluru tajam dan gas air mata

Polisi Yaman dan demonstran yang menuntut pengunduran diri Presiden Ali Abdullah Saleh, kembali bentrok.

Sejumlah laporan menyebutkan sedikitnya seratus orang mengalami luka-luka ketika polisi menggunakan air mata dan amunisi untuk membubarkan demonstran di ibu kota Yaman, Libia.

Insiden ini terjadi sehari setelah enam orang tewas dalam bentrok serupa hari Sabtu.

Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat menyatakan sangat prihatin dengan aksi unjuk rasa yang terus berlangsung di Yaman. Juru bicara departemen luar negeri mengatakan kekerasan di Yaman harus dihentikan segera.

Washington mengatakan pihaknya menginginkan pemerintah Yaman menyelidiki insiden yang melibatkan pasukan diduga mengeluarkan tembakan peluru ke arah pengunjuk rasa.

Enam orang dilaporkan tewas dalam unjuk rasa pada akhir pekan dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Krisis di Yaman yang semakin memburuk membuat Washington khawatir dan membuat Amerika dalam posisi yang tidak menyenangkan.

Yaman adalah negara yang sangat rentan. Al-Qaida diketahui aktif di sana. Washington telah menghabiskan jutaan dolar untuk pelatihan dan peralatan pasukan keamanan Yaman guna memerangi ancaman teroris.

Para anggota keluarga Presiden Ali Abdullah Saleh menguasai militer. Presiden Saleh telah berkuasa selama 32 tahun dan merupakan sekutu dekat Amerika.

Namun setelah terjadi pergolakan rakyat yang melanda berbagai negara Arab, Washington bersedia mengakui bahwa Presiden Saleh memang sangat tidak populer dan kelompok demonstran mempunyai dasar kekhawatiran kuat yang mesti ditanggapi oleh presiden.