Tokyo larang bayi minum air keran

Reaktor Nuklir di Fukushima

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Sistem pendingin reaktor nuklir di Fukushima rusak karena bencana gempa dan tsunami

Kadar radioaktif melebihi batas yang aman bagi bayi telah terdeteksi di pipa air di Tokyo, Jepang, seperti disampaikan pejabat setempat pada Rabu (23/3) ini.

Seperti diberitakan AFP, Pejabat setempat menyarankan agar orangtua tidak memberikan air keran kepada bayi mereka.

Sabtu lalu, kadar radioaktif diatas angka normal telah terdeteksi di air di Tokyo dan wilayah Fukushima, lokasi reaktor nuklir yang rusak terkena gempa dan gelombang tsunami pada 11 Maret lalu.

Penemuan kadar radioaktif di Tokyo itu, menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan adanya kontamintasi radiasi nuklir.

Sebelumnya, zat radioaktif telah menyebar di udara sejak terjadinya bencana, yang mengenai pendingin reaktor nuklir.

"Dalam panduan pemerintah, air mengandung zat radioaktif lebih dari 100 becquerels per kilogram yang seharusnya tidak diminum oleh bayi," kata pejabat Kota kepada wartawan .

Pejabat itu juga mengatakan, di salah satu wilayah di Tokyo, sampel air mengandung zat radioaktif dua kali lebih banyak dari batas aman, yaitu 210 becquerels per kilogram.

Pemerintah kota telah menyarankan kepada penduduk di seluruh kota - bukan hanya daerah yang terkena dampak - untuk menghindari penggunaan air keran ketika membuat susu bagi bayi sampai ada pemberitahuan selanjutnya.

Zar radioaktif juga terdeteksi di keran air pada akhir pekan di daerah Gunma, Tochigi, Saitama, Chiba dan Niigata.