Air keran Tokyo aman untuk warga diatas satu tahun

Sumber gambar, BBC World Service
Pemerintah Jepang telah mengumumkan pada warga Tokyo yang panik terpapar radiasi bahwa tingkat zat iodin radioaktif yang terkandung dalam air minum tidak berbahaya.
Kamis (24/03) pagi, pernyataan itu disampaikan oleh Sekretaris Kabinet , Yukio Edano, bahwa warga Tokyo diatas satu tahun tidak akan terpapar radiasi dari air keran seperti yang dikhawatirkan akan mengenai bayi.
"Kami mohon warga menanggapi dengan tenang," kata Yukio dalam sebuah acara jumpa pers hari Kamis, seperti ditulis kantor berita AP.
"Pemerintah Metropolitan Tokyo sudah melakukan yang terbaik,"tambahnya menenangkan.
Kemarin imbauan pemerintah menyebut level radiasi pada air keran meningkat dua kali lipat dari standar aman untuk bayi akibat kebocoran dari pembangkit listrik tenaga nuklir di Fukushima.
Akibat imbauan itu warga Tokyo yang panik lalu ramai-ramai memborong stok air minum botolan di toko-toko.
Sejumlah toko sampai kehabisan stok air minum botolan dan kekhawatiran justru makin menyebar.
Pemerintah kota Tokyo mengatakan sudah membagikan hampir seperempat juta air minum botolan kepada keluarga yang memiliki bayi usia dibawah satu tahun.
Keluarga dengan bayi dibawah satu tahun mendapat tiga botol berisi masing-masing setengah liter air, kata pejabat pemerintah ibukota Tokyo.
Sayur segar pertama
Sementara di kota Minamisouma yang berdekatan dengan pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima, warga untuk pertama kali dalam dua minggu sejak tsunami menerima kiriman sayuran segar.
Wilayah ini berdekatan dengan daerah peringatan radiasi pemerintah Jepang, namun sekelompok warga termasuk manula dan warga yang sakit masih berada di pusat evakuasi setempat.
Kini mereka makin terancam karena persediaan makan dan minyak untuk bahan bakar penghangat ruangan menipis.
Akibat peringatan zona bahaya radiasi, truk pengantar barang tidak boleh masuk kota hantu itu, kata kantor berita Reuters.
Warga sangat gembira karena Selasa (22/03) untuk pertama kalinya dikirim sayuran segar dalam dua pekan terakhir.
"Toko-toko tidak buka, Saya sangat khawatir, tidak tahu harus kemana. Tapi saya dengar di radio disini ada kiriman sayur segar, saya sangat lega," kata seorang warga yang tidak disebut namanya.
Di kota itu, menurut pejabat setempat, masih terdapat jenazah yang belum dikremasi karena perintah untuk tetap tinggal di rumah.
Karena masih ada ratusan warga di pusat evakuasi, sekitar 100 pegawai kota Minamisouma termasuk polisi bekerja dengan pakaian anti radiasi lengkap untuk menyisir reruntuhan dan mencari korban tewas ditengah kuburan lumpur.





























