Jepang selidiki kebocoran radiasi

Sumber gambar, Reuters
Pemerintah Jepang mengatakan penyelidikan sedang berlangsung untuk memastikan sumber bocoran radiasi di PLTN Fukushima yang membuat dua pekerjanya harus dirawat di rumah sakit.
Operator pembangkit listrik tenaga nuklir itu mengatakan tingkat radiasi yang sangat tinggi yang tertangkap di air di salah satu reaktor nuklir Fukushima menimbulkan kekhawatiran bahwa reaktor inti telah rusak.
Peningkatan radiasi
Menteri sekretaris kabinet Yukio Edano mengatakan penelitian seksama sedang dilakukan untuk memastikan penyebab kebocoran setelah sebuah tes memperlihatkan air di reaktor 3 mempunyai tingkat radiasi 10 ribu kali lipat dari ambang normal.
Badan keamanan nuklir Jepang menekankan bahwa reaktor inti mungkin telah mengalami kerusakan namun tidak akan bertambah parah.
Karenanya ketika beberapa hari lalu, ''Tingkat bahaya dinaikkan dari empat ke lima oleh badan keamanan nuklir Jepang, itu sudah sebuah prediksi akan adanya kerusakan pada core itu sendiri,'' kata Sidik Permana, peneliti di badan tenaga nuklir Jepang.
Namun Sidik Permana membantah kalau reaktor inti itu dikatakan jebol.
''Yang jelas telah terjadi peningkatan radiasi,'' tambah Sidik. ''Tetapi saat ini pembicaraan bukan kemudian bagaimana radiasi menyebar, karena yang sekarang ini lebih berbahaya pada bagaimana pengaruhnya terhadap pekerja.''
Revisi kebijakan
Dua pekerja terpaksa dirawat di rumah sakit karena dilaporkan tidak mengenakan peralatan yang semestinya seperti sepatu boot yang benar serta mengabaikan alarm radiasi di reaktor nuklir itu.
Pemerintah Jepang telah merevisi langkah pengamanan.
Penduduk yang tinggal di kawasan 20-30km dari fasilitas nuklir dipersilahkan untuk secara sukarela mengungsi. Sebelumnya peraturannya hanyalah agar penduduk tidak keluar rumah.
''Akan sangat membantu kalau penduduk secara sukarela mengungsi. Saya tidak menutup kemungkinan pemerintah akan mengeluarkan perintah evakuasi kalau tingkat radiasi meningkat,'' kata Yukio Edane.





























