Pemberontak batalkan serangan besar di Ajdabiya

Ajdabiya

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pasukan pemberontak Libia yang sedang berupaya merebut kembali Ajdabiya, menghentikan serangan.

Kelompok perlawanan Libia untuk sementara terpisah dari kekuatan pendukung Muammar Gaddafi yang masih berada di sekitar kota Ajdabiya.

Setelah pesawat Prancis dan Inggris membom sejumlah sasaran di kota itu sepanjang malam, pasukan pemberontak berupaya memukul pendukung Gaddafi namun mereka menghentikan serangan.

Ajdabiya sudah dikepung selama beberapa hari belakangan.

Para penduduk yang masih bertahan mengatakan jalanan di kota itu kosong dan pasukan pemerintah Libia melepas tembakan secara serampangan.

Kantor berita Reuters menyebutkan rencana serangan besar pemberontak pada hari Jumat atas Ajdabiya ditunda, walau sebenarnya mereka terpacu oleh serangan udara pasukan koalisi.

"Kami memiliki kekuatan jauh di depan dan saya sedang menunggu perintah dari mereka," kata seorang pasukan pemberontak, Muammar, kepada Reuters.

NATO memimpin

Sementara itu kantor berita AFP melaporkan pasukan pro-Gaddafi berhasil memukul serangan dari kelompok pemberontak di gerbang kota.

Sepanjang malam sebelumnya, serangan udara pasukan koalisi berlangsung atas sejumlah sasaran di Ajdabiya, termasuk gedung pemerintah.

Di beberapa kota lain juga terjadi serangan udara, antara lain di kawasan pinggiran ibukota Triploli, Tajoura, yang disebut menjadi tempat pangkalan militer.

Prancis dan Inggris -yang pertama kali mengusulkan zona larangan terbang- memegang peran penting dalam penerapannya.

Sempat terjadi perselisihan tentang pihak yang seharusnya mengendalikan operasi di Libia dan kini NATO yang akan mengambil alih komando.

Namun Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen, menyatakan kalau aspek lain terkait operasi tetap berada di tangan koalisi.

Bagaimanapun pengalihan komando atas zona larangan terbang ini paling cepat akan dilakukan akhir pekan ini.