Serangan Tikrit, setidaknya 10 tewas

Sumber gambar, AP
Sekelompok pria bersenjata yang mengenakan rompi berisi bahan peledak menyerbu sebuah gedung pemerintah provinsi di Tikrit, Irak, dan menewaskan sedikitnya 10 orang.
Laporan-laporan menyebutkan puluhan lainnya luka-luka dalam serangan yang diatur tersebut, antara lain mencakup sebuah serangan bom mobil.
Para penyerang, yang memasuki gedung dengan menyamar menggunakan seragam satpam, kini menguasai salah satu lantai di gedung tersebut.
Kota yang merupakan kampung halaman mantan presiden Saddam Hussein ini terletak di Provinsi Salahuddin, yang sudah lama menjadi benteng kelompok perlawanan Sunni.
Kelompok penyerang dilaporkan terlibat tembak-menembak yang segit dengan pasukan keamanan Irak yang mengepung gedung.
Polisi tidak bisa mendekat karena para penyerang menembaki dari dalam. Semua penyerang menggunakan rompi bunuh diri berisi bahan peledak," tutur salah seorang pejabat keamanan kepada kantor berita AFP.
Tiga orang anggota parlemen lokal masih hilang, menurut Gubernur Provinsi Salahuddin, Ahmed Abdullah, yang mengkhawatirkan sejumlah orang disandera di dalam gedung.
"Tujuan dari para penyerang tampaknya adalah menyandera," kata jurubicara pemerintah provinsi, Ali al-Saleh, seperti dilaporkan kantor berita AP.
Beberapa orang staf, tambahnya, berhasil melarikan diri sebelum ditangkap kelompok penyerang.
Stasiun TV setempat dilaporkan sudah mengumumkan pemberlakuan jam malam di Tikrit akibat penyerangan itu.





























