Inggris akan usir diplomat Libia

Sumber gambar, BBC World Service
Inggris telah mengambil langkah pengusiran lima diplomat Libia, kata Menteri Luar Negeri William Hague.
Hague memberikan informasi terbaru kepada anggota parlemen bahwa lima orang, termasuk atase militer "dapat mengancam" keamanan Inggris.
Sementara itu Perdana Menteri David Cameron mengatakan Inggris tidak menutup kemungkinan memasok senjata kepada pemberontak dalam "keadaan tertentu" tetapi keputusan tersebut masih belum bulat.
Tetapi menteri luar negeri bayangan Douglas Alexander mempertanyakan dasar hukum langkah tersebut.
Pemberontak terus didesak pasukan yang setia kepada Kolonel Gaddadi dan bergerak mundur dari wilayah yang sebelumnya dikuasai di pantai timur Libia.
Sebelumnya, jurubicara resmi perdana menteri menolak jika Inggris dikatakan mengubah pandangan dalam kemungkinan memasok senjata pada beberapa minggu terakhir.
Kekhawatiran mendalam
Aksi militer koalisi bertujuan untuk memperkuat daerah larangan terbang diatas Libia dan melindungi penduduk sipil dari serangkaian serangan pasukan pendukung Gaddafi. Mereka menyangkal serangan udara tersebut bertujuan untuk mendukung gerak maju pemberontak.
Pernyataan menteri luar negeri dikeluarkan setelah kelompok sekutu bertemu di London hari Selasa untuk merundingkan masa depan Libia.
Hague mengatakan: "Untuk menggarisbawahi kekhawatiran mendalam terhadap tingkah laku rezim Gaddafi, saya mengumumkan kepada parlemen bahwa hari ini kami telah mengambil sejumlah langkah untuk mengusir lima diplomat di kedutaan besar Libia di London, termasuk atase militer."
"Pemerintah juga memandang mereka dapat mengancam keamanan kita jika mereka tetap berada di Inggris."





























