Jepang harus perluas zona bahaya nuklir

Salah seorang anggota Greenpeace tengah mengukur level radiasi nuklir di kota Iitate.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Salah seorang anggota Greenpeace tengah mengukur level radiasi nuklir di kota Iitate.

Tim pengawas badan nuklir PBB IAEA menyarankan agar pemerintah Jepang memperluas zona evakuasi di sekitar PLTN Fukushima Daiichi yang rusak akibat gempa bumi.

Saat ini pemerintah Jepang sudah menetapkan zona dengan radius 20km dari PLTN sebagai zona berbahaya.

Namun, IAEA mengatakan zona berbahaya akibat radiasi nuklir kini seharusnya sudah diperluas menjadi 40 kilometer.

"Saya rasa kondisi ini bukanlah sesuatu yang membutuhkan sebuah tindakan segera," kata Sekretaris Kabinet Jepang Yukio Edano, Kamis (31/3), menanggapi saran IAEA tersebut.

"Namun fakta tentang tingginya level radiasi memang bisa membahayakan nyama manusia dalam jangka panjang," tambah Edano.

"Sehingga, pemerintah melakukan pemantauan ketat peningkatan level radiasi dan kami akan melakukan tindakan pengamanan jika diperlukan," tandas dia.

Sementara itu, kelompok pegiat lingkungan hidup Greenpeace mengatakan ahli-ahli mereka memastikan bahaya radiasi sudah berada di atas level 10 microsieverts per jam di kawasan Iitate.

"Kami menemukan fakta bahwa Iitate sudah tidak aman ditinggali manusia, terutama bagi anak-anak dan perempuan hamil," kata Greenpeace.

Radiasi lautan

Peningkatan radiasi nuklir ternyata tak hanya terjadi di daratan. Tingkat radiaktif yodium di perairan sekitar PLTN Fukushima juga meningkat hingga 4.385 di atas batas yang diperkenankan.

Angka radiasi ini adalah yang tertinggi sejak 11 Maret lalu.

Pada Rabu (30/3), tingkat radioaktif yodium diperkirakan mencapai 3.355 di atas batas normal. Sementara sebelumnya level radioaktif yodium berada di level 1.850 kali di atas batas normal.

Raodiaktif yodium adalah penyebab munculnya kanker tiroid pada anak-anak korban bencana Chernobyl tahun 1986 lalu.

Direktur Jenderal Badan Keselamatan Nuklir dan Industri Jepang (NISA) Hidehiko Nishiyama mengatakan bahwa tingkat radioaktif yodium yang ada saat ini tidak membahayakan kesehatan warga karena mereka sudah dievakuasi ke wilayah yang aman.

Pemerintah kini sudah melarang penangkapan ikan di perairan dekat PLTN Fukushima, karena dikhawatirkan ikan-ikan di kawasan itu terkena radiasi yang terbawa ombak.

Meski demikian, pemerintah masih meyakini kondisi ini tidak akan mengganggu kehidupan biota laut.