Obama kecam serangan terkait pembakaran Quran

Demonstran di Kandahar

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Demonstran di Kandahar, Afghanistan menentang pembakaran Quran di Amerika Serikat.

Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama mengecam penyerangan di Afghanistan yang dipicu oleh pembakaran Quran di Amerika Serikat.

Obama menyatakan penodaan kitab suci merupakan sebuah "ulah kefanatikan dan kebencian yang ekstrim" namun hal itu tidak dapat membenarkan pembunuhan terhadap orang-orang tidak berdosa.

Penyerangan di sebuah kantor PBB di Hari Jumat (01/04) menewaskan 14 orang, termasuk staff PBB.

Seorang pejabat tinggi PBB menyalahkan pendeta Amerika Serikat yang telah membakar Quran atas penyerangan tersebut.

Setidaknya 10 orang tewas di Kandahar di hari kedua unjuk rasa yang menentang pembakaran Quran.

"Bukan pembenaran"

Pembakaran Quran berlangsung sepengetahuan Pendeta Terry Jones yang tahun lalu dikecam karena rencananya membakar kitab suci umat Islam dalam peringatan serangan 11 September.

Pastor Jones menolak bertanggung jawab atas protes mematikan di Afghanitan.

Para saksi mata mengatakan protes pada mulanya berlangsung damai namun kemudian berubah

Dalam pernyataannya, Obama menyampaikan bela sungkawanya terhadap korban keluarga yang tewas akibat peristiwa unjuk rasa di Afghanistan.

"Penodaan kitab suci termasuk Quran adalah sebuah ulah kefanatikan dan kebencian yang ekstrim," ujar Obama.

"Namun sikap penyerangan dan pembunuhan terhadap rakyat tidak berdosa adalah hal yang yang melampaui batas dan sebuah penghinaan terhadap kemanusiaan dan peradaban"

"Tidak ada agama yang dapat mentolerir pembunuhan terhadap rakyat tidak berdosa dan tidak ada pembenaran terhadap tindakan yang amat hina dan menyesatkan ini"