Prancis duduki bandara Pantai Gading

Patriot muda pendukung Laurent Gbagbo
Keterangan gambar, Patriot muda pendukung Laurent Gbagbo menyeberangi sungai menuju kota Abidjan

Prancis mengirimkan tentara tambahan ke kota terbesar di Pantai Gading, Abidjan, dan mengambil alih bandar udaranya.

Seorang jurubicara militer Prancis mengatakan kepada BBC, sempat terjadi kevakuman keamanan setelah pasukan yang setia pada Laurent Gbagbo, presiden yang berkuasa, membelot ke kubu presiden yang diakui PBB, Alassane Ouattara.

Pertempuran berlanjut antara tentara Gbagbo dan para pendukung lawannya, Ouattara.

Stasiun televisi pro-Gbagbo mengimbau agar rakyat membentuk kekuatan melawan "pendudukan" Prancis.

Pasukan Ouattara dilaporkan berencana melakukan gerak maju lebih lanjut ke arah istana kepresidenan dan telah memberlakukan larangan keluar di kota itu.

Jurubicara PBB, Hamadoun Toure, mengatakan kepada BBC dia mendengar tembakan sejata dekat istana dan menambahkan bahwa situasi sangat tegang.

Prancis mengirimkan 300 tentara tambahan ke Pantai Gading, kata jurubicara kementerian pertahanan, Thierry Burkhard, sehingga jumlah pasukan Prancis menjadi 1.400 orang.

Bandara di Abidjan sudah diamankan tentara PBB sejak Jumat, namun tindakan pasukan Prancis itu berarti bandara itu sekarang bisa dibuka kembali, kata Burkhard kepada BBC.

Tujuan pengiriman balabantuan ini adalah "untuk menguasai bandara yang dilakukan dengan koordinasi bersama misi PBB, guna memungkinkan pembukaan kembali bandara bagi pesawat sipil dan militer," katanya.

Burkhard menambahkan, misi pasukan itu tetap untuk melindungi warga negara Prancis yang terancam oleh para penjarah.