Demonstrasi di Yaman berlanjut

Sumber gambar, b
Demonstrasi masih terjadi di sejumlah kota di Yaman, Senin pagi ini, demonstran berkumpul kembali di kota Hudaida.
Saksi mata menyebutkan ribuan orang terlibat dalam demonstrasi itu.
"Mereka berkumpul secara tiba-tiba dari sejumlah wilayah dan menuju istana presiden, tetapi polisi menghentikan mereka dengan menembakan peluru ke udara dan menggunakan gas air mata," kata saksi mata.
"Saya melihat banyak petugas yang berpakaian polisi menyerang pengunjuk rasa," kata penduduk yang lain.
Sebelumnya, satu orang tewas dan sejumlah orang terluka dalam demontrasi di Kota Taiz Yaman, setelah polisi menlancarkan tembakan ke kerumunan massa.
Dokter mengatakan polisi menggunakan peluru tajan, gas air mata dan tongkat untuk menghalau sekitar 1.200 orang demonstran.
Pada malam hari, jumlah korban luka mencapai 400 orang, akibat tembakan polisi yang diarahkan kepada pemrotes di Kota Hudaida, seperti disampaikan petugas pelayanan medis kepada Kantro berita Reuters.
Para pemrotes mendesak agar Presiden Ali Abdullah Saleh mundur.
Saleh mengatakan bersedia untuk membahas sebuah transisi kekuasaan secara damai.
Dia juga mengatakan tidak akan memperpanjang masa jabatannya yang akan berakhir pada 2013 nanti.
Ali Abdullah Saleh menjabat sebagai Presiden Yaman selama lebih dari tiga dekade.
Yaman merupakan negara di wilayah Arab yang dilanda protes anti pemerintah, menyusul kerusuhan yang terjadi di sejumlah negara Arab lainnya.
Rencana transisi
Di Taiz, kota yang dekat dengan Ibukota Sanaa, polisi menembak mati seorang pemuda yang menyobek poster presiden pada Minggu (3/4) seperti disampaikan seorang saksi mata kepada Kantor Berita AFP.
Petugas keamanan melancarkan tembakan untuk membubarkan para demonstran yang berkumpul di lapangan di kota itu.
Salah satu aktivis Bushra al-Maqtari, mengatakan kepada Reuters, petugas juga menggunakan panser untuk menghalau massa.
"Kendaraan lapis baja berada di sekitar kami," kata dia." Mereka telah menembakan gas air mata selama tiga jam dan mengarahkan peluru ke udara untuk membubarkan pemrotes."
Dokter dari rumah sakit di Hudaida, mengatakan sembilan orang terluka akibat tembakan, 350 orang menderita karena gas air mata, dan 80 orang terkena pukulan petugas.
Sabtu lalu, Koalisi Oposisi Forum bersama meminta kepada Presiden untuk menyerahkan jabatannya kepada Wakil Presiden Abdu Rabu Hadi.
Forum bersama terdiri dari lima kelompok oposisi terbesar di Yaman dan menawarkan sejumlah rencana antara lain, peralihan jabatan Presiden Saleh kepada Hadi, restrukturisasi pasukan keamanan, membentuk pemerintahan sementara yang berbasis rekonsiliasi nasional.
Selain itu, Forum Bersama juga meminta agar membentuk komisi pemilu yang baru dan kemerdekaan masyarakat sipil serta penyelidikan terhadap kematian demonstran.





























