Pasukan Gaddafi dituduh gunakan bom terlarang

Bom tandan

Sumber gambar, Other

Keterangan gambar, Human Rights Watch mengatakan pasukan Gaddafi telah menggunakan bom kluster atau bom tandan.

Pegiat HAM, Human Rights Watch mengatakan pasukan yang setia kepada pemimpin Libia Muammar Gaddafi telah menggunakan bom tandan atau yang dikenal dengan istilah cluster bomb.

Penggunaan bom tandan dilarang di lebih dari 100 negara di dunia.

Bom tandan telah menewaskan dan mencederai ribuan warga sipil di berbagai konflik di dunia dalam beberapa tahun terakhir ini.

Munisi kecil berwarna jingga ini dikemas dalam bom konvensional yang lebih besar dan meledak di udara setelah dijatuhkan dari pesawat.

Ledakan menyebarkan ratusan bom-bom kecil ke wilayah yang luas.

HRW mengatakan salah satu juru foto mereka telah melihat tiga bom tandan yang meledak di atas daerah penduduk di kota Misrata yang dikuasai pemberontak.

Pemerintah Libia telah membantah tuduhan ini.

'Mengerikan'

Steve Goose, Ketua HRW untuk bagian isu senjata, mengatakan penggunaan bom tandan ini terutama di daerah penduduk adalah hal yang "mengerikan"

Menurut HRW, setelah meneliti bom tersebut senjata itu dibuat di Spanyol.

Namun menurut HRW, mereka tidak bisa memastikan apakah ada warga sipil yang sudah menjadi korban akibat bom tandan yang jatuh sekitar 300 meter dari rumah sakit Misrata.

Juru bicara pemerintah Libia, Moussa Ibrahim membantah telah menggunakan bom tandan di Misrata.

"Saya menantang mereka untuk membuktikan ini," ujar Ibrahim.

Pasukan pemberontak di Misrata sudah hampir dua bulan bertempur sengit dengan pasukan yang setia kepada Muammar Gaddafi.

Koresponden BBC Orla Guerin melaporkan dari Misrata bahwa selain bom tandan, penduduk lokal mengkhawatirkan terjadinya pembunuhan massal bila pasokan NATO tidak turun tangan.

Selain bom tandan pasukan Gaddafi juga dilaporkan menggunakan senjata roket buatan Sovyet, roket Grad.