Meksiko tolak kekerasan terkait narkoba

Pengunjukrasa menganggap kebijakan pemerintah memerangi geng narkoba tidak berhasil.

Sumber gambar, b

Keterangan gambar, Pengunjukrasa menganggap kebijakan pemerintah memerangi geng narkoba tidak berhasil.

Unjuk rasa memprotes kekerasan terkait narkoba digelar secara serempak oleh warga Meksiko di berbagai kota negara itu.

Ribuan orang yang terlibat demonstrasi di alun-alun Kota Meksiko mengangkat poster dan berteriak "jangan ada lagi pertumpahan darah".

Diantara pengunjuk rasa juga menuntut agar Presiden Felipe Calderon mundur, karena kebijakannya dalam memerangi geng narkoba justru menyebabkan banyak warga sipil menjadi korban.

Dan ketika demonstrasi berlangsung, polisi setempat menemukan 40 jasad di sebuah kuburan massal di negara bagian Tamaulipas.

Sedikitnya 35,000 warga Meksiko tewas akibat kekerasan terkait narkoba sejak Presiden Felipe Calderon melibatkan tentara dalam memerangi kartel narkoba semenjak Desember 2006.

Demonstrasi kali ini terinspirasi setelah putra penyairdanjurnalisJavierSicilia, tewas pada pekanlalu.

Javier Sicilia menyalahkan politisi Meksiko yang dianggapnya tidak jauh berbeda dengan tindakan kartel narkoba yang "mencabik-cabik persatuan nasional".

Unjuk rasa dalam ukuran lebih kecil juga digelar di New York, Buenos Aires, Paris, Madrid dan berbagai kota lain.

Sakit

Penyair Javier Sicilia menyerukan protes setelah anaknya yang berusia 24 tahun, Juan Francisco, tewas dan jasadnya ditemukan dalam mobil di Kota Cuernavaca pekan lalu.

"Warga Meksiko, yang kehilangan kepercayaan terhadap gubernur, polisi, tentara, kini ketakutan dan sakit".

Sicilia juga mengutuk para pelaku kriminal yang disebutnya "tidak punya perasaan, seperti setan, dan jahat".

Sebelum bergabung dalam demonstrasi damai itu, Sicilia bertemu Presiden Calderon.

Dia mengatakan, Presiden ikut berbelasungkawa atas kematian putranya dan berjanji menemukan pelakunya.

Kuburan massal

Pemerintah Meksiko mengatakan perang terhadap kartel narkoba telah membuahkan hasil dengan menewaskan banyak pemimpinnya.

Namun perang terhadap pelaku kriminal ini menyebabkan banyaknya jatuh korban.

Pandangan inidisuarakan Satuan Anti Narkoba AS,MicheleLeonhart,dikonferensiinternasionaldiKotaCancunMeksiko, hari Rabu kemarin.

"Inisepertikontradiktif,namunpatutdisayangkan adanya kasus kekerasanyang dianggap sebagai tandakeberhasilandalam upaya memeranginarkoba," kata Leonhart.

Penyair dan wartawan Javier Sicilia kehilangan anaknya yang tewas akibat geng narkoba.

Sumber gambar, b

Keterangan gambar, Penyair dan wartawan Javier Sicilia kehilangan anaknya yang tewas akibat geng narkoba.

Leonhart menyebut kartel narkoba sebagai "binatang yang dikurung dan menyerang satu-sama lain".

Kejadian kekerasan terakhir, menurut kepolisian di negara bagian Tamaulipas, di dekat perbatasan AS, adalah ditemukannya kuburan massal berisi 40 jasad.

Bulan Agustus lalu di wilayah yang sama, juga ditemukan 72 mayat imigranAmerika Tengah dan Selatan

Negara bagian Tamaulipas dikenal sebagai wilayah ajangkonfrontasiberdarahantarkelompok kartel yang kebanyakan melibatkan pula para migran yang hendak menujukeAS.