AS kecam 'kekejaman baru' di Libia

Sumber gambar, BBC World Service
Amerika Serikat kembali menyerukan kecaman terhadap pasukan pemimpin Libia Muammar Gaddafi yang disebut telah melakukan 'kekejaman baru'
"Penembak jitu telah menembak rakyat sipil yang sedang mecari bantuan pengobatan," ujar Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton dalam pernyataan tertulis.
Clinton juga mengatakan bahwa tentara bayaran Libia mulai melakukan penembakan ke arah rumah penduduk.
Dia berjanji pasukan koalisi dibawah komando NATO akan bekerja untuk menghentikan serangan terhadap rakyat sipil.
Amerika Serikat dan sekutunya memulai serangan udara pada 19 Maret lalu setelah Resolusi Dewan Keamanan PBB mengizinkan penggunaan segala cara untuk melindungi warga sipil dari pasukan Gaddafi.
Setelah sejumlah operasi awal digelar di bawah komando Amerika Serikat, kini NATO mengambil alih komando dari tangan Washington.
Pasukan air dan listrik putus
Menurut Clinton, pemerintah Libia juga dilaporkan telah menghancurkan gudang makanan dan memutus pasukan air dan listrik ke kota Misrata yang dikuasai oleh pemberontak.
"Ribuan warga sipil terpaksa keluar dari rumah mereka karena serangan tank dan artileri"
"Dibawah komando dan pengawasan NATO, pasukan koalisi menjalankan mandat resolusi UNSC 1973 ( Resolusi Dewan Keamanan) untuk melindungi rakyat sipil tidak berdosa di Libia," ujar Clinton.
"Komunitas internasional akan terus berseru dalam satu suara untuk mendukung proses transisi ke masa depan yang lebih cerah untuk rakyat Libia"
Sementara itu Departemen Pertahanan AS menyatakan bahwa pesawat jet AS juga telah ikut serta dalam operasi udara di Libia.
Pengakuan ini muncul dua minggu setelah Presiden AS, Barrack Obama, menyatakan bahwa militer AS akan mengambil peran pembantu dalam operasi NATO di Libia.





























