Militer Mesir akan ganti gubernur

Sumber gambar, AFP
Pemerintah militer sementara Mesir akan mengganti gubernur di sejumlah provinsi yang diangkat oleh Mantan Presiden Husni Mubarak.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari konsesi bagi demonstran yang meminta Mubarak dan kroninya diusut dalam kasus korupsi.
Para demonstran menggelar protes untuk menuntut pengusutan kasus korupsi MUbarak dan kroninya di Lapangan Tahrir Kairo Mesir beberapa hari ini.
Sebelumnya, tentara Mesir membubarkan demonstran secara paksa di Lapangan Tahrir Sabtu (9/10). Sehingga menyebabkan satu orang tewas dan puluhan lainnya terluka.
Kekerasan yang dilakukan oleh tentara terjadi ketika mereka ingin membubarkan demonstrasi yang menuntut proses hukum, terhadap Mantan Presiden Mubarak dan keluarganya dalam kasus korupsi.
Korban luka akibat terjangan peluru, tetapi militer membantah menggunakan peluru tajam.
Lapangan Tahrir menjadi pusat simbol protes yang membuat Mubarak turun dari jabatannya pada awal tahun ini.
Menteri Kesehatan Mesir mengkonfirmasikan jumlah korban tewas satu orang dan 71 orang luka-luka.
sumber dari kalangan media mengatakan kepada kantor berita setidaknya dua orang tewas.
Para pemrotes melanjutkan aksi demonstrasi di Lapangan Tahrir.
Dalam pernyataannya para demonstran menuntut penggantian sejumlah gubernur provinsi yang diangkat oleh Mubarak.
Bagaimanapun, militer mengatakan "siap" untuk menurunkan pasukan untuk mengosongkan Lapangan Tahrir dan menorrmalkan kembali kehidupan di Kairo.




























