Eks mendagri Mesir didakwa lakukan pembunuhan

Sumber gambar, AFP
Jaksa di Mesir akan mengajukan mantan menteri dalam negeri Habib al-Adli dalam kasus penembakan terhadap para demonstran dalam aksi unjuk rasa akhir Januari.
Melalui pernyataan tertulis, kantor jaksa penuntut Mesir Adli akan diajukan ke pengadilan pidana Kairo atas dakwaan pembunuhan berencana.
Lebih dari 350 orang tewas dalam gerakan rakyat untuk menentang pemerintah yang berujung dengan pengunduran diri Presiden Mubarak setelah berkuasa di Mesir selama 30 tahun.
Secara khusus jaksa mengatakan Adli diduga memerintahkan polisi menembak pengunjuk rasa.
Kejaksaan menambahkan empat mantan pejabat keamanan juga menghadapi dakwaan serupa.
Nasib Mubarak
Selama 13 tahun, Adli adalah salah seorang tokoh paling ditakuti di Mesir.
Dia mengendalikan jajaran kepolisian dan pasukan keamanan negara yang kini telah dibubarkan.
Sang mantan menteri juga menghadapi tuduhan korupsi dan penyalahgunaan dana publik.
Wartawan BBC di Kairo Jonathan Head mengatakan proses hukum terhadap Adli dipastikan akan memuaskan sejumlah kalangan yang menganggap Adli sebagai tokoh kunci di balik upaya pemerintah meredam aksi unjuk rasa.
Beberapa pihak di Mesir bertanya-tanya apakah proses hukum ini pada akhirnya akan menyeret Mubarak.
Mantan presiden tidak pernah tampil di depan umum sejak mundur.
Indikasi yang bisa dibaca sejauh ini menunjukkan militer tidak akan membiarkan kasus ini akan membawa nama Mubarak.





























