Jepang turunkan prakiraan ekonomi

Sumber gambar, AFP
Pemerintah Jepang menurunkan prakiraan pertumbuhan ekonomi akibat kerusakan besar pasca gempa bumi dan tsunami sebulan lalu.
Pemerintah mengatakan sejumlah sektor penting perekonomian akan terkena dampak besar, seperti produksi industri dan ekspor.
Ini adalah kali pertama pemerintah Jepang menurunkan penilaiannya secara resmi dalam enam bulan terakhir.
Pada hari Senin (11/4) Dana Moneter Internasional (IMF) juga menurunkan prakiraan pertumbuhan ekonomi Jepang.
"Belakangan ini perekonomian menunjukkan kelemahan karena dampak gempa bumi besar di kawasan Jepang Timur," demikian pernyataan dalam laporan ekonomi bulanan pemerintah Jepang.
"Perekonomian [di kawasan itu] tetap berada dalam kondisi buruk."
Bencana alam itu berdampak besar terhadap banyak perusahaan yang beroperasi di kawasan timur laut Jepang, menghancurkan banyak pabrik dan menghambat rantai pasokan.
Kekurangan pasokan listrik yang disebabkan oleh krisis di PLTN Fukushima Daiichi tampaknya akan berlanjut sampai pertengahan tahun.
Krisis listrik itu menyebabkan pemerintah menerapkan pemutusan listrik bergilir, yang menghambat produksi di sejumlah pabrik milik banyak perusahaan besar di negara itu.
Sebelum gempa mengguncang tanggal 11 Maret lalu, pemerintah Jepang sudah kesulitan mengeluarkan negara itu dari krisis keuangan global.
Para pengamat mengatakan bencana alam ganda yang melanda Jepang memundurkan upaya pemulihan pemerintah itu lebih jauh lagi.





























